Aduan Masyarakat : Jumlah Kasus Tekfin Membengkak

JAKARTA — Jumlah pelanggaran yang menyangkut penyelenggaraan teknologi finansial (fintech), khususnya di segmen pinjaman langsung tunai atau peer to peer (P2P) lending semakin membengkak.

Arsip Koran

Unit

Diterbitkan pada: 10/12/2018

Data

JAKARTA — Jumlah pelanggaran yang menyangkut penyelenggaraan teknologi finansial (fintech), khususnya di segmen pinjaman langsung tunai atau peer to peer (P2P) lending semakin membengkak.

Nindya Aldila [email protected] 

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta melaporkan bahwa selama periode 4–25 November 2018 telah menerima 1.330 aduan masyarakat terkait dengan praktik P2P lending yang bermasalah. Aduan tersebut datang dari hampir seluruh daerah di Indonesia.

Pengacara LBH Jakarta Jeanny Silvia Sari Sirait mengatakan bahwa permasalahan utama dalam pelanggaran ini adalah minimnya perlindungan data pribadi nasabah yang melanggar hak privasi seseorang.

Jeanny mengemukakan, terdapat 14 pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh penyelenggara P2Plending. Salah satu di antaranya adalah bunga yang sangat tinggi dan tanpa ba...

Akses konten artikel berbayar ini

Nikmati artikel khusus Unit yang telah disusun oleh Tim Data Indonesia dengan visualisasi data yang akurat dan menarik.
Rp 10.000 untuk baca artikel
Bagikan Artikel
Terpopuler

Informasi Diunggah

Diunggah oleh : Tim Data Indonesia

Diunggah ulang pada : 14/06/2024