Bank Perkreditan Rakyat Di Sumbar : OJK Pacu Merger 18 BPR

PADANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong bank perkreditan rakyat (BPR) di Sumatra Barat untuk melakukan merger atau menggabungkan diri agar memiliki modal yang kuat, sehingga bisa bersaing sehat dengan bank lainnya.

Arsip Koran

Unit

Diterbitkan pada: 30/11/2018

Data

PADANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong bank perkreditan rakyat (BPR) di Sumatra Barat untuk melakukan merger atau menggabungkan diri agar memiliki modal yang kuat, sehingga bisa bersaing sehat dengan bank lainnya.

Kepala OJK Sumbar Darwisman menyebutkan persoalan utama BPR di daerah itu adalah minimnya kemampuan pemegang saham untuk meningkatkan permodalan, sehingga peluang untuk berkembang menjadi kecil.

“Makanya, [untuk] BPR yang ada kesulitan, kami dorong untuk melakukan merger. Apalagi, BPR yang ada saham pemdanya di situ, sehingga pemda [kabupaten/kota] bisa menambah modal lewat APBD,” katanya kepada Bisnis, Rabu (28/11).

Dia mengatakan Sumbar termasuk provinsi dengan jumlah BPR cukup banyak, bahkan terbanyak di luar Jawa. Namun, meski jumlahnya banyak, aset dan modal BPR setempat terbilang minim.

Saat ini, terdapat 89 unit BPR k...

Akses konten artikel berbayar ini

Nikmati artikel khusus Unit yang telah disusun oleh Tim Data Indonesia dengan visualisasi data yang akurat dan menarik.
Rp 10.000 untuk baca artikel
Bagikan Artikel
Terpopuler

Informasi Diunggah

Diunggah oleh : Tim Data Indonesia

Diunggah ulang pada : 20/06/2024