Efek Perang Dagang AS-China : Harga Kedelai Makin Ambyar

Petani kedelai Amerika Serikat mengambil langkah besar dengan menimbun panen karena terjebak dalam perang dagang. Kedelai disimpan agar tetap kering dan tahan lama dengan harapan bisa terjual kembali ketika harga mulai pulih.

Arsip Koran

Unit

Diterbitkan pada: 14/11/2018

Data

Petani kedelai Amerika Serikat mengambil langkah besar dengan menimbun panen karena terjebak dalam perang dagang. Kedelai disimpan agar tetap kering dan tahan lama dengan harapan bisa terjual kembali ketika harga mulai pulih.

Mutiara Nabila [email protected] 

Harapannya, dalam be- berapa bulan ke depan, perang dagang AS dan China segera berakhir dan Negeri Panda sebagai pasar utama kedelai, akan kembali membeli pasokan dari Paman Sam sehingga mengurangi beban harga di pasar global.

Pada perdagangan Selasa (13/11) harga kedelai di bursa Chicago Board of Trade (CBOT) untuk kontrak 3 bulan ke depan tergelincir tipis 0,25 poin atau 0,03% menjadi US$883 sen per bushel.

Harga pada sesi hari sebelumnya sempat naik 0,88% ke posisi US$887 sen per bushel. Adapun, harga sebelum terkena tarif dagang sempat mencapai lebih dari US$10 per bushel.

...

Akses konten artikel berbayar ini

Nikmati artikel khusus Unit yang telah disusun oleh Tim Data Indonesia dengan visualisasi data yang akurat dan menarik.
Rp 10.000 untuk baca artikel
Bagikan Artikel
Terpopuler

Informasi Diunggah

Diunggah oleh : Tim Data Indonesia

Diunggah ulang pada : 30/06/2024