Evaluasi Kinerja 2018 : Ekspor Kayu Olahan Relatif Stagnan

JAKARTA — Pelaku usaha meyakini kinerja ekspor kayu olahan hingga akhir tahun ini relatif stagnan di angka US$2,1 miliar seiring dengan situasi ekonomi global yang tidak stabil.

Arsip Koran

Unit

Diterbitkan pada: 29/11/2018

Data

JAKARTA — Pelaku usaha meyakini kinerja ekspor kayu olahan hingga akhir tahun ini relatif stagnan di angka US$2,1 miliar seiring dengan situasi ekonomi global yang tidak stabil.

Ketua Asosiasi Industri Kayu Gergajian dan Kayu Pertukangan Indonesia (Indonesia Sawmill and Woodworking Association /ISWA) Soewarni menyatakan situasi ekonomi dunia yang tahun ini tidak terlalu baik telah memberi dampak bagi pencapaian ekspor kayu olahan.

Pasalnya, sampai dengan kuartal III/2018, volume ekspor kayu olahan baru mencapai 4,1 juta m3 dengan nilai US$1,6 miliar. Jenis barecore menyumbang 1,4 juta m3.

“Kami menargetkan sampai akhir tahun setidaknya sama dengan tahun 2017, yaitu US$2,1 miliar, karena ekonomi global sedang tak bagus, sehingga harga komoditas kurang bagus,” ujar Soewarni kepada Bisnis, Rabu (28/11).

Dengan sisa waktu kurang dari 2 bulan sebel...

Akses konten artikel berbayar ini

Nikmati artikel khusus Unit yang telah disusun oleh Tim Data Indonesia dengan visualisasi data yang akurat dan menarik.
Rp 10.000 untuk baca artikel
Bagikan Artikel
Terpopuler

Informasi Diunggah

Diunggah oleh : Tim Data Indonesia

Diunggah ulang pada : 20/06/2024