Impor Komoditas Kakao : Reduksi Tarif Bisa Gerus Industri Hulu

JAKARTA — Wacana pemerintah untuk menurunkan bea masuk kakao demi mencukupi kebutuhan industri kakao olahan dalam negeri berpeluang menggerus industri hulu komoditas perkebunan tersebut.

Arsip Koran

Unit

Diterbitkan pada: 17/01/2019

Data

JAKARTA — Wacana pemerintah untuk menurunkan bea masuk kakao demi mencukupi kebutuhan industri kakao olahan dalam negeri berpeluang menggerus industri hulu komoditas perkebunan tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Kakao Indonesia M. Arie Nauvel mengakui, industri hilir/pengolahan kakao sedang mengalami kekurangan pasokan bahan baku biji kakao sehingga harus mengimpor.

Namun, dia menilai wacana penurunan bea masuk kakao sebagai upaya membantu industri hilir justru akan menjadi bumerang bagi industri kakao Indonesia.

“Wacana itu justru akan membat produktivitas petani atau sektor hulu semakin tergerus. Saat ini, minat petani untuk menanam kakao sudah turun, apalagi jika nanti bea masuknya dihapuskan,” ujar Arie, Rabu (16/1).

Oleh karena itu, dia berharap pemerintah memilih untuk mengurangi pajak pertambahan nilai (PPN) pertanian. Pasalnya, kebijakan it...

Akses konten artikel berbayar ini

Nikmati artikel khusus Unit yang telah disusun oleh Tim Data Indonesia dengan visualisasi data yang akurat dan menarik.
Rp 10.000 untuk baca artikel
Bagikan Artikel
Terpopuler

Informasi Diunggah

Diunggah oleh : Tim Data Indonesia

Diunggah ulang pada : 22/05/2024