Kawasan Batam Bintan Karimun : Kepri Perlu Optimalkan FTZ

BATAM — Bank Indonesia menilai Provinsi Kepulauan Riau atau Kepri perlu memaksimalkan kinerja ekspor di kawasan free trade zone (FTZ) Batam, Bintan dan Karimun.

Arsip Koran

Unit

Diterbitkan pada: 27/11/2018

Data

BATAM — Bank Indonesia menilai Provinsi Kepulauan Riau atau Kepri perlu memaksimalkan kinerja ekspor di kawasan free trade zone (FTZ) Batam, Bintan dan Karimun.

[email protected] 

Merosotnya kinerja ekspor membuat Kepri mengalami perlambatan paling tajam di Sumatra, dari 4,51 % pada kuartal II menjadi 3,74% pada kuartal III/2018.

Kinerja ekspor Kepri mengalami perlambatan dan berdampak pada kontraksi net ekspor luar negeri. Ekspor luar negeri mencatat perlambatan pertumbuhan sebesar 5,36% (yoy), lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh sebesar 16,97% (yoy).

Dalam catatan dan analisis Bank Indonesia, net ekspor luar negeri Kepri mengalami kontraksi sepanjang 2018. Mulai dari -51,17% di kuartal I/2018, -6,26 di kuartal II/2018. Kontraksi semakin parah di kuartal III/2018, menjadi -56,43%.

Makin dalamnya kontraksi...

Akses konten artikel berbayar ini

Nikmati artikel khusus Unit yang telah disusun oleh Tim Data Indonesia dengan visualisasi data yang akurat dan menarik.
Rp 10.000 untuk baca artikel
Bagikan Artikel
Terpopuler

Informasi Diunggah

Diunggah oleh : Tim Data Indonesia

Diunggah ulang pada : 22/06/2024