Logistikos : Tarif Kargo Udara dan Dilema Asperindo

Kenaikan tarif kargo udara atau lumrah disebut Surat Muatan Udara (SMU) pada sejumlah maskapai di Indonesia per Oktober 2018 disambut dengan protes dari para pelaku usaha. Kenaikan SMU tersebut dinilai tidak berbanding lurus dengan pelayanan yang diberikan maskapai penerbangan.

Arsip Koran

Unit

Diterbitkan pada: 11/12/2018

Data

Kenaikan tarif kargo udara atau lumrah disebut Surat Muatan Udara (SMU) pada sejumlah maskapai di Indonesia per Oktober 2018 disambut dengan protes dari para pelaku usaha. Kenaikan SMU tersebut dinilai tidak berbanding lurus dengan pelayanan yang diberikan maskapai penerbangan.

Asosiasi yang menentang keras kenaikan tarif kargo udara tersebut adalah DPP Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Eks pres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo). Bahkan, Asperindo membuat semacam usulan agar seluruh anggotanya turut mena ikkan tarif pengiriman sebesar 20%—50% paling lambat pada awal 2019.

Selain turut mendongkrak kenaikan tarif pengiriman, As perindo bakal menyewa pesawat khusus kargo berjenis Boeing 737 Freighter dengan kapasitas 15 ton hingga 17 ton sebagai sikap menentang kenaikan tarif kargo udara yang dikenakan maskapai reguler.

Memang, kenaikan tarif kargo udara ...

Akses konten artikel berbayar ini

Nikmati artikel khusus Unit yang telah disusun oleh Tim Data Indonesia dengan visualisasi data yang akurat dan menarik.
Rp 10.000 untuk baca artikel
Bagikan Artikel
Terpopuler

Informasi Diunggah

Diunggah oleh : Tim Data Indonesia

Diunggah ulang pada : 13/06/2024