Menanti Narasi Kebangsaan

Kampanye penuh bual. Dua pasang calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tidak kunjung menunjukkan kapasitas sebagai seorang pemimpin. Mereka hanya menarasikan kemenangan, saling sindir, penuh emosi, hoaks, dan seterusnya.

Arsip Koran

Unit

Diterbitkan pada: 05/01/2019

Data

Kampanye penuh bual. Dua pasang calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tidak kunjung menunjukkan kapasitas sebagai seorang pemimpin. Mereka hanya menarasikan kemenangan, saling sindir, penuh emosi, hoaks, dan seterusnya.

Bahasa kemenangan dan kekua saan masih sangat dominan dalam kampanye. Calon belum membawa suasana kebangsaan dan keadaban dalam kampanye. Belum muncul nilai kampanye yang tergali dari falsafah kebangsaan yang terumus dalam Pancasila dan UUD 1945.

Minimnya narasi kebangsaan ini sungguh memilukan. Hal ini dikarenakan rakyat tidak disuguhi kemampuan para calon.

Masyarakat saat ini hanya disu guhi akrobat politik yang memuak kan. Akrobat politik saling sindir dengan kata-kata tidak produktif menjadi tontonan sehari-hari.

Mereka tidak sedang mende wasakan bangsa, tetapi sedang mempertontonkan sikap kekanak kanakan. Padahal m...

Akses konten artikel berbayar ini

Nikmati artikel khusus Unit yang telah disusun oleh Tim Data Indonesia dengan visualisasi data yang akurat dan menarik.
Rp 10.000 untuk baca artikel
Bagikan Artikel
Terpopuler

Informasi Diunggah

Diunggah oleh : Tim Data Indonesia

Diunggah ulang pada : 30/05/2024