Mitigasi Bencana : Tata Ruang Harus Adopsi Kearifan Lokal

JAKARTA — Pemerintah diminta untuk melakukan evaluasi ulang tata ruang dengan memasukkan perspektif kerawanan bencana alam maupun ekologis serta memperhatikan kearifan lokal.

Arsip Koran

Unit

Diterbitkan pada: 09/01/2019

Data

JAKARTA — Pemerintah diminta untuk melakukan evaluasi ulang tata ruang dengan memasukkan perspektif kerawanan bencana alam maupun ekologis serta memperhatikan kearifan lokal.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nur Hidayati memaparkan bahwa saat ini pembangunan masih bertumpu pada sektor ekstraktif, monokultur, skala besar, dan polutif. Hal itu, menurutnya, menambah kerawananan bencana akibat hilangnya fungsi-fungsi ekologis ekosistem.

“Contoh terbaru dari pengabaian kearifan lokal dalam perencanaan wilayah adalah dua lokasi likuifaksi di Palu, yang secara tradisional lokasi tersebut merupakan ruang konservasi air,” ungkapnya, Senin (7/1).

Selain kearifan lokal, Dahniar Adriani, Direktur Perkumpulan Hukum Berbasis Masyarakat Indonesia (Huma) menambahkan, penelitian ilmiah, seperti Peta Zona Bahaya likuifaksi yang dilakukan oleh Pusat ...

Akses konten artikel berbayar ini

Nikmati artikel khusus Unit yang telah disusun oleh Tim Data Indonesia dengan visualisasi data yang akurat dan menarik.
Rp 10.000 untuk baca artikel
Bagikan Artikel
Terpopuler

Informasi Diunggah

Diunggah oleh : Tim Data Indonesia

Diunggah ulang pada : 28/05/2024