Pendidikan Vokasi : SMK di Indonesia Tekor Guru Produktif

JAKARTA — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia membutuhkan 87.000 hingga 90.000 guru produktif untuk dapat mengurangi angka pengangguran lulusan sekolah vokasi.

Arsip Koran

Unit

Diterbitkan pada: 06/12/2018

Data

JAKARTA — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia membutuhkan 87.000 hingga 90.000 guru produktif untuk dapat mengurangi angka pengangguran lulusan sekolah vokasi.

Yanita Petriella [email protected] 

Berdasarkan survei angkatan kerja Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, dari 6,8 juta jumlah pengangguran di Tanah Air, sebesar 20,7% atau 1,4 juta orang di antaranya berasal dari kalangan lulusan sekolah kejuruan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan, hingga saat ini baru ada sekitar 15.000 guru produktif yang dimiliki oleh SMK di Indonesia.

“Kebutuhannya sekitar 87.000 hingga 90.000 guru produktif, sedangkan yang ada saat ini baru 15.000 guru, sehingga kekurangannya sekitar 72.000 hingga 75.000 guru produktif,” ujarnya, Rabu (5/12).

Selama ini, sebutnya, untuk me...

Akses konten artikel berbayar ini

Nikmati artikel khusus Unit yang telah disusun oleh Tim Data Indonesia dengan visualisasi data yang akurat dan menarik.
Rp 10.000 untuk baca artikel
Bagikan Artikel
Terpopuler

Informasi Diunggah

Diunggah oleh : Tim Data Indonesia

Diunggah ulang pada : 15/06/2024