Penegakan Hukum : Posisi Server Fintech Ilegal Jadi Kendala

JAKARTA — Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) menemukan terdapat 36 perusahaan financial technology (fintech) ilegal yang beroperasi di Indonesia tetapi memiliki server di luar negeri. Posisi server yang berada di luar jangkauan hukum Indonesia menjadi hambatan proses penyidikan.

Arsip Koran

Unit

Diterbitkan pada: 09/01/2019

Data

JAKARTA — Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) menemukan terdapat 36 perusahaan financial technology (fintech) ilegal yang beroperasi di Indonesia tetapi memiliki server di luar negeri. Posisi server yang berada di luar jangkauan hukum Indonesia menjadi hambatan proses penyidikan.

Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul mengatakan bahwa sebanyak 36 fintech ilegal yang beroperasi di Indonesia di-hosting dari 107 server yang berlokasi di lima negara. Selain itu, ada satu fintech yang di-hosting oleh sembilan server di tiga negara.

“Bayangkan jika fintech-fintech ini bermasalah atau melakukan tindakan pelanggaran. Tentu kami akan kesulitan. Dan kami harus melacak ke negara seperti Amerika, China, bahkan sampai ke Irlandia,” tuturnya saat konferensi pers, Selasa (8/1).

Akses konten artikel berbayar ini

Nikmati artikel khusus Unit yang telah disusun oleh Tim Data Indonesia dengan visualisasi data yang akurat dan menarik.
Rp 10.000 untuk baca artikel
Bagikan Artikel
Terpopuler

Informasi Diunggah

Diunggah oleh : Tim Data Indonesia

Diunggah ulang pada : 28/05/2024