Persaingan Bisnis : Asuransi Syariah Minta Insentif

JAKARTA — Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) meminta Otororitas Jasa Keuangan selaku regulator industri jasa keuangan untuk memberikan insentif kepada perusahaan asuransi syariah agar tercipta keadilan dalam persaingan bisnis asuransi.

Arsip Koran

Unit

Diterbitkan pada: 23/11/2018

Data

JAKARTA — Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) meminta Otororitas Jasa Keuangan selaku regulator industri jasa keuangan untuk memberikan insentif kepada perusahaan asuransi syariah agar tercipta keadilan dalam persaingan bisnis asuransi.

Direktur Eksekutif AASI Erwin Noekman mengatakan bahwa sejauh ini beban perusahaan asuransi syariah terasa lebih berat dibandingkan dengan beban yang ditanggung oleh asuransi konvesional.

Erwin menyebutkan, terdapat tiga kewajiban yang dinilai memberatkan industri asuransi syariah, yakni aturan perpajakan, beban iuran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan, serta kewajiban pembayaran komisi Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Dalam hal perpajakan, Erwin mengatakan bahwa perusahaan asuransi syariah menanggung beban pajak lebih tinggi karena ditambah dengan kewajiban pembayaran zakat sebesar 2,5% terhadap total laba yang diperoleh.

...

Akses konten artikel berbayar ini

Nikmati artikel khusus Unit yang telah disusun oleh Tim Data Indonesia dengan visualisasi data yang akurat dan menarik.
Rp 10.000 untuk baca artikel
Bagikan Artikel
Terpopuler

Informasi Diunggah

Diunggah oleh : Tim Data Indonesia

Diunggah ulang pada : 24/06/2024