Produksi AS : Ledakan Minyak Serpih Berakhir?

Ahli perminyakan Bloomberg Julian Lee menyebut produksi minyak serpih AS bakal mencatatkan pertumbuhan paling lambat dalam 4 tahun. “Ada indikator bahwa ekspansi serpih sedang tertatih-tatih dan memasuki periode akhir,” tulis Lee dalam catatannya, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (14/10).

Arsip Koran

Unit

Diterbitkan pada: 15/10/2019

Data

Booming kedua minyak serpih Amerika Serikat diperkirakan berakhir. Namun, booming berikutnya akan muncul kembali. Benarkah?

Dika Irawan [email protected] 

Ahli perminyakan Bloomberg Julian Lee menyebut produksi minyak serpih AS bakal mencatatkan pertumbuhan paling lambat dalam 4 tahun. “Ada indikator bahwa ekspansi serpih sedang tertatih-tatih dan memasuki periode akhir,” tulis Lee dalam catatannya, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (14/10).

Menurut EIA, jumlah rig pengeboran minyak turun di masing-masing 10 bulan terakhir, turun total 20% sejak November tahun lalu. Kemudian peningkatan produktivitas berkurang.

Pengeboran di Permian, yang paling produktif dari cekungan serpih, turun 11% dalam 9 bulan hingga Agustus lalu.

Lee mencatat bahwa perkembangan minyak serpih AS ibarat pertumbuhan manusia. Selama percepata...

Akses konten artikel berbayar ini

Nikmati artikel khusus Unit yang telah disusun oleh Tim Data Indonesia dengan visualisasi data yang akurat dan menarik.
Rp 10.000 untuk baca artikel
Bagikan Artikel
Terpopuler

Informasi Diunggah

Diunggah oleh : Tim Data Indonesia

Diunggah ulang pada : 17/11/2023

IND

Copyright © 2024 - DataIndonesia.id