Regulasi Ritel Modern : Mandatori Produk Lokal Ditinjau Ulang

JAKARTA — Kementerian Perdagangan mengkaji kembali aturan kewajiban penjualan 80% produk dalam negeri di ritel modern. Pasalnya, aturan tersebut dinilai memiliki unsur diskriminasi dan berpotensi digugat oleh negara anggota WTO.

Arsip Koran

Unit

Diterbitkan pada: 11/01/2019

Data

JAKARTA — Kementerian Perdagangan mengkaji kembali aturan kewajiban penjualan 80% produk dalam negeri di ritel modern. Pasalnya, aturan tersebut dinilai memiliki unsur diskriminasi dan berpotensi digugat oleh negara anggota WTO.

Direktur Perundingan Multilateral Ditjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Deny Wachyudi Kurnia mengatakan, meski tidak secara gamblang menuntut revisi, beberapa negara anggota WTO kerap mempertanyakan aturan yang tertuang dalam Permendag No. 70/2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern.

“Di beberapa pertemuan, kita memang ditanyai. Negara yang paling sering bertanya adalah Jepang, Uni Eropa, dan Amerika [Serikat]. Maka dari itu, kami coba telaah lagi aturannya,” ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.

Deny mengakui, permendag tersebut memili...

Akses konten artikel berbayar ini

Nikmati artikel khusus Unit yang telah disusun oleh Tim Data Indonesia dengan visualisasi data yang akurat dan menarik.
Rp 10.000 untuk baca artikel
Bagikan Artikel
Terpopuler

Informasi Diunggah

Diunggah oleh : Tim Data Indonesia

Diunggah ulang pada : 26/05/2024