Apa Perbedaan Pasar Reguler, Pasar Negosiasi, dan Pasar Tunai?

Pasar sekunder terbagi menjadi tiga jenis, yaitu pasar reguler (RG), pasar negosiasi (NG), dan pasar tunai (TN). Artikel ini membahas tentang definisi hingga mekanisme perdagangan ketiga jenis pasar tersebut.

Muhammad Fikri

Jul 10, 2024 - 4:13 PM

Data

Pasar sekunder merupakan mekanisme pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) di mana saham pasca penawaran perdana dapat diperdagangkan sesuai dengan prinsip permintaan dan penawaran yang pada akhirnya akan membentuk harga. Pasar sekunder sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yaitu pasar reguler (RG), pasar negosiasi (NG), dan pasar tunai (TN).

DataIndonesia.id merangkum definisi dan perbedaan ketiga jenis pasar tersebut dari KSEI, Ajaib Sekuritas, dan MNC Sekuritas.

Pasar Reguler

Mengutip dari laman Ajaib Sekuritas, pasar reguler adalah jenis mekanisme pasar yang umum dilakukan oleh pelaku pasar di Indonesia. Mekanisme yang digunakan pada pasar jenis ini adalah proses tawar menawar harga yang terus berjalan selama periode waktu perdagangan berlangsung. Proses tawar-menawar harga yang berkelanjutan ini membentuk harga sebuah saham yang pada akhirnya menjadi acuan dalam indeks saham di BEI.

BEI menggunakan sistem Jakarta Automated Trading System (JATS) untuk melaksanakan transaksi pasar reguler. Adapun penyelesaian transaksi pada pasar reguler terjadi pada hari ketiga setelah transaksi terjadi (T+2). Meski demikian, pada umumnya pencatatan saham sudah dilakukan sekuritas secara real time.

Lebih lanjut, saham yang diperdagangkan di pasar reguler memiliki satuan yang disebut lot, dengan nominal 1 lot terdiri dari 100 saham. Di pasar jenis ini, pelaku pasar melakukan transaksi minimal 100 lembar saham per transaksi.

Pasar Negosiasi

Dilansir dari laman MNC Sekuritas, dalam transaksi pasar negosiasi, proses tawar-menawar tidak dilakukan oleh umum, melainkan secara tertutup antara pihak penjual dan pihak pembeli. Adapun penyelesaian transaksi juga tergantung pada kesepakatan penjual dan pembeli. Namun, transaksi tetap dilakukan di bawah pengawasan BEI.

Di sisi lain, satuan dalam transaksi pasar negosiasi adalah lembar, sehingga tidak ada minimal lot dalam melakukan transaksi. Peraturan tentang auto reject juga tidak berlaku di dalam pasar jenis ini. Namun, apabila investor melakukan transaksi di atas auto reject harga pasar reguler, maka wajib melapor dan mendapatkan izin dari BEI.

Perlu diketahui, perubahan harga di pasar negosiasi tidak berpengaruh terhadap pergerakan harga indeks di BEI.

Pasar Tunai

Mekanisme perdagangan pasar tunai mirip dengan pasar reguler, dengan menggunakan satuan lot. Namun, pasar tunai menggunakan mekanisme pembayaran di hari yang sama saat transaksi terjadi. Di sisi lain, pasar jenis ini hanya dilakukan di sesi 1 perdagangan bursa.

Pasar tunai bertujuan untuk menyelesaikan kegagalan transaksi pada anggota bursa, baik di pasar reguler maupun pasar negosiasi.

(Baca: Manfaat, Konsekuensi, hingga Tahapan Pencatatan Perdana Saham Lewat IPO)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags