Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu, Berikut Panduan Lengkap untuk Investor

Ada banyak cara untuk membedakan emas asli dan palsu. Selain mengecek kadar kandungan emas, cara lainnya adalah dengan mempertimbangkan sifatnya.

Ridha Kusuma Perdana

22 Jun 2024 - 07.00

Data

Emas merupakan primadona investasi dan juga perhiasan berharga. Tak hanya itu, emas juga sering dijadikan sebagai mahar dan hadiah di sejumlah perayaan.

Dengan popularitas emas, tak heran jika emas palsu bisa saja ditemukan di pasaran meski kasusnya terbilang jarang. Namun, dengan adanya kemungkinan tersebut, investor dituntut untuk lebih waspada dan berhati-hati.

Setidaknya, investor harus memahami seluk beluk emas, terutama sifat-sifat emas, sebelum memulai investasi instrumen yang dikenal dengan safe haven ini.

Dilansir dari laman resmi Logam Mulia dan Pegadaian pada Jumat (21/6), ada banyak cara untuk membedakan emas asli dan palsu. Salah satunya ialah mengecek kadar kandungan emasnya, yakni 24 karat yang berarti 99,9% emas murni dan 18 karat yang berarti 75% emas murni dicampur dengan logam lain sebesar 25%. Selain itu, cara membedakan emas asli dan palsu dapat dilakukan dengan mempertimbangkan sifatnya.

Adapun berikut cara membedakan emas asli dan palsu seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia dan Pegadaian.

1. Memperhatikan Ciri-ciri Fisik

Emas asli dan emas palsu dapat dibedakan dari ciri-ciri fisiknya. Emas asli lazimnya memiliki kode huruf yang menandakan asalnya beserta tanda khusus penanda kadar emas.

Ciri-ciri emas asli dalam bentuk perhiasan tersebut bisa dilihat dalam ukiran angka 1 hingga 999 atau dalam bentuk karat, semisal 10K, 18K, 22K, dan 24K.

2. Menggoreskan Emas ke Keramik

Cara selanjutnya untuk membedakan emas asli dan emas palsu ialah menggoreskan emas ke keramik yang polos. Jika muncul goresan hitam setelah emas digoreskan ke keramik, maka besar kemungkinan terdapat kandungan logam lain di dalam emas tersebut.

Di sisi lain, jika emas tersebut asli, tidak akan ada goresan yang ditinggalkan di keramik. Warna emas pun tetap kuning mengilap. Selain itu, warna emas juga tidak terlihat pudar karena goresan dengan keramik.

(Baca: Pahami Sejarah Harga Emas di Indonesia sebelum Mulai Berinvestasi)

3. Menguji Emas dengan Magnet

Cara membedakan emas asli dan emas palsu juga dapat dilakukan dengan mendekatkan emas ke magnet. Seperti diketahui, emas asli tidak memiliki sifat magnetis. Namun, campuran logam lain di dalam emas, semisal besi dan nikel mudah tertarik oleh magnet.

Akan tetapi, cara membedakan emas asli dan emas palsu dengan cara ini lebih akurat jika dilakukan pada emas batangan kadar 24 karat. Pasalnya, emas lazim memiliki campuran logam lain untuk menjaganya dari benturan.

4. Meneteskan Asam Nitrat

Cara membedakan emas asli dan palsu berikutnya ialah dengan meneteskan asam nitrat. Setelah itu, perhatikan reaksi yang muncul pada emas.

Perlu dicatat bahwa emas asli tidak akan bereaksi pada tetesan asam nitrat. Di sisi lain, emas palsu akan memunculkan reaksi, yaitu:

  • Putih susu: Logam perak berlapis emas.
  • Kuning keemasan: Logam kuningan berlapis emas.
  • Hijau: Logam besi berlapis emas.

Namun, membedakan emas asli dan emas palsu dengan cara ini cukup berisiko apabila dilakukan sendiri. Hal ini lantaran asam nitrat cukup berbahaya untuk kesehatan pernapasan.

5. Mencium Bau Emas

Cara membedakan emas asli dan emas palsu juga bisa dicium dari aromanya. Metode ini dilakukan atas dasar sifat emas yang tidak berkarat.

Jika emas berbau amis atau karat setelah terkena keringat, air, ataupun direndam, kemungkinan emas sudah bercampur dengan tembaga atau logam kuningan.

6. Mengecek Konduktivitas Emas

Cara selanjutnya ialah mengetes konduktivitas emas atau kemampuan emas dalam menghantarkan panas. Sebagai konduktor, emas masih dapat menghantarkan panas meski tak sebaik tembaga dan perak. Karena bersifat sebagai konduktor, emas juga kerap digunakan untuk membuat chip pada laptop atau komputer.

7. Menguji Emas secara Profesional

Namun, jika semua cara tersebut di atas tidak membuat investor yakin, investor dapat membedakan emas asli dan emas palsu di tempat profesional, yakni di toko emas tepercaya dan memiliki reputasi baik. Investor dapat membawa emas ke tempat tersebut untuk dicek secara langsung.

Di sisi lain, selain memperhatikan keaslian emas, investor juga harus memperhatikan aspek lain dalam berinvestasi logam mulia ini. Misalnya, membeli emas dari sumber yang sudah tepercaya dan memiliki reputasi baik. 

Lalu, periksa juga sertifikat keaslian emas yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang. Kemudian, yang tak kalah penting ialah menyimpan emas dalam tempat yang aman, semisal di brankas atau deposit box.

(Baca: Harga Emas Antam & UBS di Pegadaian Hari Ini (21 Juni 2024))

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags