Masih Konsisten, BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,5% pada Juli 2022

Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di angka 3,5% pada Juli 2022. Suku bunga acuan BI ini tidak berubah selama 17 bulan hingga Februari 2021.

Monavia Ayu Rizaty

Jul 21, 2022 - 3:11 PM

Data

Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di angka 3,5% pada Juli 2022. Suku bunga acuan BI ini tidak berubah selama 17 bulan sejak Februari 2021. 

Sejalan dengan keputusan ini, BI menetapkan suku bunga deposit facility sebesar 2,75%. Sementara, suku bunga lending facility tak berubah dari angka 4,25%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi inti yang masih terjaga di tengah risiko dampak perlambatan ekonomi global. Selain itu, keputusan ini sejalan dengan perlunya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar.

Walau demikian, BI menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3,5% menjadi 2,5% pada 2022. Melambatnya pertumbuhan ekonomi akan dialami Amerika Serikat, Eropa, China, Jepang, dan India.

Hal tersebut sejalan dengan meningkatnya risiko stagflasi dan ketidakpastian pasar keuangan global. Inflasi global juga terus mengalami peningkatan di tengah gangguan rantai pasok, ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina, hingga kebijakan proteksionisme khususnya komoditas pangan.

Bank sentral juga memandang ketidakpastian di pasar keuangan global masih akan tinggi. Alhasil, aliran modal asing ke negara berkembang termasuk Indonesia menjadi terbatas.

Adapun, Perry menyatakan perbaikan ekonomi domestik masih terus berlanjut. Pasalnya, berbagai indikator pada Juni 2022 menunjukkan perbaikan, seperti kepercayaan konsumen, penjualan eceran, ekspor-impor, PMI manufaktur, dan tingginya harga komoditas. 

Meski demikian, dia menilai dampak dari pertumbuhan ekonomi global perlu diwaspadai. Dia pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di bawah titik tengah proyeksi BI yang di kisaran 4,5%-5,3%.

Sementara, inflasi di dalam negeri diperkirakan lebih tinggi dari target maksimalnya sebesar 4%. Inflasi inti tetap akan terkendali di bawah 4%.

(Baca: BI Masih Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,5% pada Juni 2022)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags