CPO Berbalik Melemah Terdampak Aksi Ambil Untung

CPO terpukul oleh aksi ambil untung (profit taking) investor dan ekspor Malaysia yang lemah dalam 10 hari pertama Februari 2022.

Winarni

Feb 11, 2022 - 10:00 AM

Data



Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berbalik melemah pada penutupan perdagangan Kamis (10/02). CPO terpukul oleh aksi ambil untung (profit taking) investor dan ekspor Malaysia yang lemah dalam 10 hari pertama Februari 2022.

Berdasarkan data perdagangan bursa derivatif Malaysia, harga CPO untuk kontrak Februari 2022 melemah ke level RM5.740/ton pada penutupan perdagangan Kamis (10/02). Harga tersebut menyusut 25 poin atau 0,43% dari penutupan sesi sebelumnya yang sebesar RM5.765/ton.  

Untuk kontrak Maret 2022, harga CPO berjangka di Malaysia juga melemah 55 poin atau 0,96% dari RM5.704/ton ke level RM5.649/ton. Sementara itu, harga CPO berjangka untuk kontrak April 2022 melemah 59 poin atau 1,05% dari RM5.594/ton ke level RM5.535/ton.

Kontrak acuan CPO telah naik lebih dari 17% sepanjang tahun ini karena langkah pembatasan ekspor oleh produsen minyak sawit utama Indonesia. Hal tersebut pun dimanfaatkan oleh para pedagang untuk mengambil keuntungan.

Selain itu, menurut data dari Intertek Testing Services (ITS), ekspor produk minyak sawit Malaysia mengalami penurunan 5%-6,5% untuk periode 1-10 Februari 2022 dibandingkan bulan sebelumnya. Menurunnya ekspor menunjukkan bahwa permintaan atas CPO di dunia tengah melemah.

Di sisi lain, penurunan harga CPO masih dibatasi oleh ketatnya pasokan. Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) mencatat, stok akhir minyak sawit di Negeri Jiran turun 3,85% menjadi 1,55 juta ton pada Januari 2022.

Sementara itu, Indonesia mengeluarkan aturan baru yang mewajibkan izin ekspor untuk semua produk minyak sawit mulai 15 Februari 2022. Aturan tersebut sebelumnya hanya berlaku untuk minyak sawit mentah, olein, minyak goreng bekas, dan ampas.

Lebih lanjut, harga minyak kedelai di Dalian Commodity Exchange naik 0,78%, Kontrak minyak sawit untuk pengiriman Mei di bursa tersebut naik 1,49%. Sementara, harga kedelai di Chicago Board of Trade tumbuh 0,42%.

(Baca: Terpengaruh Kebijakan Ekspor Indonesia, Harga CPO Rebound)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags