Data Harga Pangan: Cabai Rawit Anjlok, Beras Stabil (29 Mei 2024)

Harga rata-rata bahan pangan beragam cenderung stabil pada perdagangan hari ini, Rabu (29/5), pukul 12.00 WIB. Harga cabai, daging ayam, dan bawang merah turun. Sementara harga daging sapi naik. Adapun harga beras, telur ayan, bawang putih, minyak goreng dan gula pasir stabil.

Theresia Gracia Simbolon

29 Mei 2024 - 12.17

Data

Harga rata-rata bahan pangan beragam cenderung stabil pada perdagangan hari ini, Rabu (29/5), pukul 12.00 WIB. Dari 10 daftar harga yang ada di Pusat Informasi harga Pangan Strategis (PIHPS) di laman Bank Indonesia sebanyak empat komoditas turun, satu komoditas naik, dan lima komoditas stabil.

Jika dilihat dari persentasenya, harga cabai rawit mengalami penurunan terdalam pada perdagangan hari ini, Rabu (29/5). Harganya anjlok 2,15% atau Rp1.100/kg menjadi Rp50.000/kg dari Rp51.100/kg pada perdagangan kemarin Selasa (28/5).

Tak hanya cabai rawit, harga daging ayam juga terpantau turun 0,90% atau Rp350/kg menjadi Rp38.350/kg dari Rp38.700/kg. Kemudian, harga cabai merah dipatok lebih murah 0,48% atau Rp250/kg menjadi Rp52.000/kg dari Rp52.250/kg. Lalu, harga bawang merah juga lebih murah 0,41% atau Rp200/kg menjadi Rp48.850/kg dari Rp49.050/kg. 

Di sisi lain, daging sapi menjadi satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan harga pada perdagangan hari ini. Harganya naik 0,48% atau Rp650/kg menjadi Rp135.750/kg dari Rp135.100/kg.

Adapun, komoditas lainnya dilaporkan tidak mengalami perubahan harga. Seperti beras yang masih dipatok Rp15.350/kg dan harga telur ayam yang tidak berubah di posisi Rp31.050/kg. 

Ada pula bawang putih yang harganya tetap 46.000/kg, minyak goreng dibanderol Rp19.100/kg, serta gula pasir yang harganya tidak beranjak dari Rp18.800/kg.

Sebagai informasi, harga pangan di atas diambil berdasarkan survei yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Pencacahan data dilakukan setiap hari kerja yakni Senin-Jumat, pukul 09.00 WIB – 11.00 WIB. Harga yang dilaporkan adalah harga dalam satuan standar yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Sementara itu, realisasi impor bawang putih berjalan lambat, sehingga menyebabkan stok bawang putih di pasar kian terancam.

Mengutip Bisnis.com, Direktur Bahan Pokok dan Barang Penting, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Bambang Wisnubroto mengatakan, pemerintah lewat rapat koordinasi dengan Menko Perekonomian telah menetapkan alokasi impor bawang putih tahun ini mencapai 645.025 ton.

Adapun stok awal 2024 diperkirakan sebanyak 91.259 ton. Bambang menyebut, Kemendag telah mengeluarkan izin impor bawang putih sebanyak 349.290 ton kepada 60 importir. Sayangnya, realisasi impor hingga 27 Mei 2024 tercatat baru 139.577 ton atau 39,69% dari izin impor yang telah diterbitkan.

Di sisi lain, kebutuhan bawang putih per bulan secara nasional mencapai 55.794 ton. Sementara perkiraan produksi dalam negeri hanya mencapai 27.547 ton dalam setahun. Kemendag pun memperkirakan dengan realisasi impor yang minim itu maka stok bawang putih impor hanya akan mencukupi kebutuhan dalam negeri sampai dengan Mei 2024.

Bambang mengeklaim, Kemendag telah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kantor Staf Presiden (KSP) untuk mendorong para importir yang telah memiliki persetujuan impor bawang putih agar segera merealisasikan impor dan segera mendistribusikan ke masyarakat.

(Baca: Harga Cabai Rawit Turun Tajam, Bawang Merah Naik (28 Mei 2024))

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags