Dibayangi Beragam Sentimen, Harga Minyak Terkoreksi

Harga minyak mentah dunia bergerak turun pada perdagangan Jumat petang (23/09). Minyak melemah akibat munculnya kekhawatiran resesi global sebagai dampak adanya kenaikan suku bunga The Fed.

Winarni

Sep 23, 2022 - 4:00 PM

Data

Harga minyak mentah dunia bergerak turun pada perdagangan Jumat petang (23/09). Minyak melemah seiring dengan meningkatnya kembali kekhawatiran resesi global sebagai dampak adanya kenaikan suku bunga The Fed. 

Namun, kerugian penurunan harga masih dibatasi oleh kekhawatiran pasokan setelah kampanye mobilisasi baru Moskow dalam perangnya dengan Ukraina dan kebuntuan dalam pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran.

Pada perdagangan Jumat (23/09) pukul 15.35 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2022 terkoreksi 2,20% menjadi US$81,80 per barel di New York Mercantile Exchange. 

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November 2022 juga menurun  1,76% menjadi US$88,72 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, kenaikan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin oleh Federal Reserve AS pada Rabu (21/09) untuk ketiga kalinya telah memicu bank sentral di seluruh dunia untuk mengikuti kenaikan suku bunga. Hal ini menyebabkan meningkatnya risiko perlambatan ekonomi global. 

Sementara itu, ketatnya pasokan yang dapat memberikan dorongan harga minyak tetap dihantui oleh penurunan harga yang lebih cepat seiring kekhawatiran resesi global. 

Dari sisi pasokan, upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 telah terhenti dan ini telah memupuskan harapan akan kembalinya pasokan minyak mentah Iran ke pasar global.

(Baca: Dibayangi Ketatnya Pasokan, Harga Minyak Berbalik Naik)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags