Dolar AS Melemah Usai Putusan The Fed, Harga Nikel Kembali Naik

Harga nikel lanjut menguat pada penutupan perdagangan Rabu (14/6). Penguatan harga nikel terjadi di tengah pelemahan nilai tukar dolar AS setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuannya, tetapi mengisyaratkan kenaikan 50 basis poin hingga akhir tahun nanti, serta kebijakan Bank Sentral China.

Gita Arwana Cakti

Jun 15, 2023 - 9:28 AM

Data

Harga nikel menguat pada penutupan perdagangan Rabu (14/6). Tercatat, harga nikel di London Metal Exchange (LME) naik 3,33% ke level US$22.683,50/ton pada penutupan perdagangan kemarin.

Harga nikel menguat setelah bergerak di rentang US$22.030,50/ton-US$22.909,00/ton. Adapun, penguatan tersebut melanjutkan lonjakan yang terjadi pada perdagangan sehari sebelumnya sebesar 5,77% pada 13 Juni 2023.

Jika melihat pergerakan sepanjang tahun berjalan, harga nikel tercatat anjlok 24,51%. Harga komoditas pertambangan tersebut juga terpantau terkoreksi 12,52% dalam satu tahun terakhir.

Penguatan harga nikel terjadi di tengah pelemahan nilai tukar dolar AS setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuannya dalam rapat kebijakan Juni, tetapi mengisyaratkan adanya kenaikan 50 basis poin hingga akhir tahun nanti. Indeks dolar AS terpantau turun 0,39% ke level 102,524 pada perdagangan 14 Juni 2023.

(Baca: Data Historis Suku Bunga Acuan The Fed)

Di sisi lain, keputusan Bank Sentral China yang memangkas memangkas suku bunga kebijakan jangka pendek pada awal pekan ini turut menjadi sorotan pasar. Pada Senin (12/6), Bank Sentral China menurunkan suku bunga berjangka tujuh hari sebesar 10 basis poin. Penurunan yang pertama kali sejak Agustus 2022 itu diambil sebagai upaya untuk membantu memulihkan perekonomian negara.

Sementara itu, penguatan harga nikel juga didorong oleh tingginya permintaan komoditas logam dasar tersebut yang merupakan salah satu komponen untuk pembuatan baterai.

Adapun mengutip Shanghai Metals Market, harga nikel sulfat kelas baterai di China juga meningkat 50 yuan/metrik ton ke kisaran 33.100 yuan/metrik ton hingga 33.500 yuan/metrik ton. Kebuntuan antara perusahaan hulu dan hilir yang semakin intensif di tengah peningkatan permintaan menjadi salah satu faktor pengerek harga.

(Baca: Pengembangan NEV Tingkatkan Permintaan, Harga Nikel Menguat)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags