Efek Hawkish The Fed, Harga Bitcoin Melemah 0,48% Sepekan

Harga Bitcoin mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Hingga Senin (28/08) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini melemah 0,48% dibandingkan tujuh hari sebelumnya.

Monavia Ayu Rizaty

Aug 28, 2023 - 10:35 AM

Data

Harga Bitcoin mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Ini salah satunya dipengaruhi oleh sikap hawkish The Federal Reserve (The Fed) terkait suku bunga acuan mendatang.

Bitcoin mengawali perdagangan Senin (21/08) di harga Rp401.942.016 per koin. Harga Bitcoin sempat turun 0,52% ke level Rp399.868.000 per koin satu hari setelahnya.

Namun, harga Bitcoin sempat berbalik menguat 1,3% menjadi Rp405.008.992 per koin pada Rabu (23/08). Kenaikan itu tak berlangsung lama lantaran harga Bitcoin turun dua hari beruntun ke level Rp399.457.984 per koin.

Pada Sabtu (26/08), harga Bitcoin menguat tipis 0,07% menjadi Rp399.727.008 per koin. Penguatan tersebut berlanjut ke level Rp400.000.000 hingga Senin (21/08) pukul 07.25 WIB. 

Meski cenderung naik dalam tiga hari terakhir, harga Bitcoin masih lebih rendah jika dibandingkan sepekan sebelumnya.Terpantau kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini melemah 0,48% dibandingkan tujuh hari lalu.

Melansir Coindesk, pelemahan Bitcoin terjadi karena investor sedang mencerna pidato Gubernur The Fed Jerome Powell dalam simposium ekonomi tahunan di Jackson Hole, Wyoming, AS. Pidato Powell mengindikasikan The Fed akan kembali melakukan pengetatan suku bunga jika diperlukan. 

Menurut Direktur Strategi Penyedia Data Aset Digital The Tie Sacha Ghebali, pelaku pasar saat ini sedang menunggu katalis yang dapat menaikkan harga kripto. Contohnya saja potensi persetujuan ETF Bitcoin spot.  

Para pelaku pasar juga tampaknya masih berhati-hati dalam berinvestasi di aset kripto. Mereka masih menunggu arah yang lebih jelas terkait dengan ketidakpastian ekonomi global.

(Baca: Bitcoin Anjlok 10,2% Sepekan, Terseret Kabar SpaceX)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags