Harga Batu Bara Melemah di Tengah Apresiasi Dolar & Tekanan Yuan

Harga batu bara melemah pada penutupan perdagangan Jumat (8/9). Kondisi ini terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS dan pelemahan yuan China. Meski demikian, impor batu bara China pada bulan lalu mencetak rekor tertinggi sejak 2015.

Sarnita Sadya

Sep 11, 2023 - 9:15 AM

Data

Harga batu bara melemah pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Harga batu bara berjangka untuk kontrak September 2023 di ICE Newcastle Futures terpantau turun 0,89% ke level US$156,25/ton pada penutupan perdagangan Jumat (8/9).

Pergerakan harga batu bara tersebut juga terjadi pada harga batu bara berjangka untuk kontrak teraktif Oktober 2023 yang turun 0,72% ke level US$159,50/ton pada waktu perdagangan yang sama.

Harga batu bara kontrak September 2023 tersebut melanjutkan lajunya dari penutupan perdagangan dua hari sebelumnya yang terkoreksi 1,78% pada 6-7 September 2023.

Jika melihat pergerakan sepanjang tahun berjalan, harga emas hitam tersebut anjlok 61,34%. Harganya pun merosot 64,41% dalam satu tahun terakhir.

Pelemahan harga batu bara pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu dipicu oleh penguatan indeks dolar AS pada waktu perdagangan yang sama setelah data terbaru menunjukkan bahwa perekonomian AS masih tangguh.

Tercatat, indeks dolar AS mencapai level tertinggi baru di 105,066 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (8/9). Penguatan dolar AS ini membuat komoditas yang dihargakan dengan dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Melansir Reuters, kondisi tersebut juga membuat investor khawatir jika The Fed tidak mengubah suku bunga pada bulan ini dan tetap mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diperkirakan. Selanjutnya, investor menanti data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk periode Agustus pada Rabu (13/9), terutama seiring dengan kenaikan harga minyak.

Sementara itu, yuan China menyentuh level terendahnya terhadap dolar sejak Desember 2007. Mata uang Negeri Panda tersebut terus terdepresiasi sejak Februari karena lemahnya pemulihan ekonomi pascapandemi dan melebarnya kesenjangan imbal hasil dengan negara lain, khususnya AS, yang berdampak pada aliran modal dan perdagangan.

Meski demikian, berdasarkan data bea cukai China, impor batu bara yang dilakukan oleh konsumen batu bara terbesar dunia tersebut mencapai 44,30 juta metrik ton pada Agustus. Angka ini mencapai level tertinggi setidaknya sejak 2015 seiring dengan meningkatnya permintaan listrik bertenaga batu bara yang mengimbangi keluaran pembangkit listrik tenaga air yang lemah.

Adapun impor batu bara China pada Juli tercatat meningkat 12,90% dan lebih tinggi 53,00% dari bulan yang sama tahun sebelumnya. Jika diakumulasi selama 8 bulan pertama tahun ini, China tercatat telah mengimpor batu bara sebanyak 306 juta metrik ton, atau naik 82% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

(Baca: Impor China Berpotensi Meningkat, Harga Batu Bara Menguat)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags