Harga Batu Bara Mulai Rebound Tipis

Harga batu bara menguat tipis usai anjlok selama dua hari beruntun. Sebelumnya, harga batu bara terkoreksi karena lonjakan kasus Covid-19 di China.

Gita Arwana Cakti

Mar 31, 2022 - 9:43 AM

Data

Harga batu bara rebound tipis setelah melemah cukup tajam dalam dua hari berturut-turut. Harga batu bara di bursa Ice Newcastle untuk kontrak April terpantau naik 2,21% ke level US$259/ton. 

Sebelumnya, harga batu hitam anjlok lebih dari 20% selama dua hari beruntun. Sepanjang bulan ini, harga batu bara juga menunjukkan tren penurunan dengan lebih banyak bergerak di zona merah, setelah sempat menembus rekor tertingginya US$440/ton pada 2 Maret 2022.

Pada 1-30 Maret 2022, harga batu bara mencatatkan koreksi 5,65%. Kendati, harga komoditas energi tersebut masih melonjak 52,71% sepanjang tahun 2022. Batu bara juga masih meroket 178,49% dalam setahun terakhir.

Batu bara mulai terkoreksi seiring kekhawatiran pasar atas harga yang terus melaju tinggi melewati US$400/ton. Adapun, penurunan tajam yang terjadi dalam dua hari terakhir disebabkan oleh merebaknya kasus Covid-19 di China. 

Penyebaran virus tersebut menyebabkan lockdown yang menghambat aktivitas pertambangan serta transportasi dari tambang batu bara ke pabrik. Ini menimbulkan kesulitan bagi China yang tengah mendorong peningkatan besar-besaran produksi batu bara domestiknya.

Selain itu, penurunan harga terjadi di tengah pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina di Turki. Perjanjian damai tersebut diharapkan dapat mengembalikan komoditas ekspor Rusia, termasuk batu bara ke pasar global.

Namun, sejumlah analis menilai harga batu bara masih dapat menunjukkan tren kenaikan. Pasalnya, batu hitam tersebut masih mencari titik keseimbangan antara pasokan dan permintaan. 

(Baca: Harga Batu Bara Anjlok ke Bawah Level US$300/Ton)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags