Harga CPO Berbalik Menguat, Terkerek Kenaikan Minyak Substitusi

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) ditutup naik dan menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada akhir perdagangan Selasa (13/6) di bursa berjangka Malaysia. Penguatan tersebut terdorong oleh kenaikan harga minyak mentah dan minyak kedelai sebagai minyak substitusi.

Winarni

Jun 14, 2023 - 8:18 AM

Data

 

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) ditutup naik dan menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada akhir perdagangan Selasa (13/6) di bursa berjangka Malaysia. 

Penguatan tersebut terdorong oleh kenaikan harga minyak mentah dan minyak kedelai, seiring mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.

Tercatat harga CPO berjangka di Malaysia untuk kontrak Juli 2023 ditutup menguat 59 poin atau 1,74% dari sebelumnya RM3.388/ton ke level RM3.447/ton.

Untuk kontrak Agustus 2023, harga CPO berjangka di Malaysia naik 67 atau 2,00% dari RM3.349/ton ke level RM3.416/ton. Sementara itu, harga CPO berjangka untuk kontrak September 2023 naik 65 poin atau 1,94% dari RM3.347/ton ke RM3.412/ton.

Mengutip Reuters, Marcello Cultrera, direktur di Singapura berbasis konsultan komoditas Apricus 8 Pte Ltd. Mengatakan peluang arbitrase AS-Eropa yang ditawarkan pada perdagangan lintas batas oleh basis minyak kacang versus persyaratan domestik biofuel AS mendukung pelebaran selisih harga antara minyak kedelai dan olein sawit.

Sementara itu, data dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) menunjukkan persediaan minyak sawit akhir Mei Malaysia naik untuk pertama kalinya dalam empat bulan. 

Hal itu terjadi setelah produksi melonjak ke level tertinggi sepanjang tahun ini. Kenaikan stok ini bisa menjadi pemberat laju harga CPO selanjutnya.

(Baca: Produksi di Malaysia Melonjak, Harga CPO Melemah)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags