Harga CPO Menguat Pekan Lalu, Ikuti Laju Minyak Substitusi

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (1/9) di bursa berjangka Malaysia. Sawit sedikit naik setelah rilis data ekspor Malaysia.

Winarni

Sep 4, 2023 - 8:13 AM

Data

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (1/9) di bursa berjangka Malaysia. Harga CPO menguat tipis mengikuti laju minyak substitusi dan setelah rilis data ekspor Malaysia.

Tercatat harga CPO berjangka di Malaysia untuk kontrak Oktober 2023 ditutup menguat 28 poin atau 0,71% dari sebelumnya RM3.959/ton ke level RM3.987/ton.

Untuk kontrak November 2023, harga CPO berjangka di Malaysia naik 30 poin atau 0,75% dari RM4.010/ton ke level RM4.040/ton. Sementara itu, harga CPO berjangka untuk kontrak Desember 2023 naik 33 poin atau 0,82% dari RM4.034/ton ke RM4.067/ton.

Mengutip Reuters, seorang pedagang yang berbasis di Kuala Lumpur mengatakan setelah melanjutkan perdagangan pasca liburan dan mengikuti data produksi dan ekspor yang lebih baik, harga acuan perdagangan CPO berpotensi menguat di atas harga psikologis 4.000 ringgit.

Sementara itu, surveyor kargo Intertek Testing Services menyebutkan nilai ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode Agustus turun 3% menjadi 1.201.488 ton dari 1.238.438 ton yang dikirimkan pada Juli. Sementara berdasarkan perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri, ekspor turun 0,4% menjadi 1.171.998 ton, dari 1.176.912 ton yang dikirim pada Juli.

Di sisi lain, Indonesia telah menetapkan harga referensi minyak sawit mentah untuk periode 1-15 September sebesar US$805,20 per metrik ton. Adapun pajak dan retribusi ekspor CPO masing-masing dipatok sebesar US$33 per ton dan US$85 per ton untuk periode tersebut.

Sementara itu, harga minyak kedelai untuk kontrak teraktif di Dalian Commodity Exchange naik 1,04% dan kontrak minyak sawit Dalian menguat 0,63%. Adapun harga kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 0,78%. Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapat bagian di pasar minyak nabati global.

(Baca: Terkerek Minyak Substitusi, Harga CPO Menguat Pekan ini)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags