Harga CPO Sepekan Terbebani Minyak Substitusi & Pasar yang Sepi

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) bergerak melemah selama sepekan terakhri. Tercatat harga CPO berjangka di Malaysia untuk kontrak Juli 2023 ditutup anjlok 196 poin atau 5,44% dari pekan sebelumnya RM3.602/ton ke level RM3.406/ton pada jumat (2/6).

Winarni

Jun 6, 2023 - 8:51 AM

Data

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) bergerak melemah dalam sepekan terakhir di tengah pelemahan harga minyak substitusi, transaksi di pasar yang lebih sepi, hingga kekhawatiran kelebihan pasokan.

Tercatat harga CPO berjangka di Malaysia untuk kontrak Juli 2023 turun 196 poin atau 5,44% dari sebelumnya RM3.602/ton pada penutupan perdagangan 26 Mei 2023 ke level RM3.406/ton pada penutupan perdagangan 2 Juni 2023.

Untuk kontrak Agustus 2023, harga CPO berjangka di Malaysia melemah 178 poin atau 5,00% dari RM3.559/ton ke level RM3.381/ton pada rentang waktu perdagangan yang sama. Adapun, harga CPO berjangka untuk kontrak September 2023 terkoreksi 175 poin atau 4,92% dari RM3.554/ton ke RM3.379/ton.

Pelemahan harga CPO selama sepekan terakhir terbebani oleh penurunan terhadap minyak saingan seperti minyak kedelai dan minyak kelapa sawit di Dalian. Sebagaimana diketahui, harga minyak kelapa sawit mentah dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.

Di sisi lain, ekspor Malaysia yang lemah juga turut menjadi sentimen pemberat harga CPO selama sepekan. Surveyor kargo Intertek Testing Services menyebutkan pada pekan lalu bahwa nilai ekspor Malaysia selama Mei turun 0,8% dari April. Sementara surveyor kargo lainnya, AmSpec Agri Malaysia, mengatakan ekspor turun 1,8%.

Adapun Indonesia telah menetapkan harga referensi minyak sawit mentah lebih rendah di level US$811,68 per ton untuk periode 1-15 Juni. Hal ini membuat pajak ekspornya menjadi lebih murah sebesar US$33 per ton dan retribusi dipatok sebesar US$85.

Dari sisi permintaan, negara konsumen utama minyak sawit yaitu India memangkas harga dasar impor minyak sawit mentah, soyoil, emas dan perak karena harga di pasar dunia terkoreksi.

Meskipun demikian, harga CPO sempat menguat pada akhir pekan lalu di tengah kekhawatiran dampak El Nino yang memicu minat beli pasar.

Adanya tanda-tanda awal cuaca panas dan kering yang disebabkan oleh El Nino mengancam produsen makanan di seluruh Asia. Sementara para petani Amerika mengandalkan hujan musim panas yang lebih lebat dari fenomena cuaca tersebut untuk mengurangi dampak kekeringan yang parah.

(Baca: Harga Referensi dan Bea Keluar CPO 1-15 Juni 2023 Kembali Turun)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags