Harga CPO Terbebani Penguatan Nilai Tukar Ringgit

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di tutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (27/6) di bursa berjangka Malaysia. Sawit melemah terbebani kekuatan ringgit yang lebih tinggi, meskipun kenaikan harga minyak substitusi membatasi penurunan lebih dalam.

Winarni

Jun 28, 2023 - 8:55 AM

Data


Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di tutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (27/6) di bursa berjangka Malaysia. Sawit melemah terbebani kekuatan ringgit yang lebih tinggi. Namun, kenaikan harga minyak substitusi membatasi penurunan lebih dalam.

Tercatat harga CPO berjangka di Malaysia untuk kontrak Juli 2023 ditutup melemah 54 poin atau 1,44% dari sebelumnya RM3.739/ton ke level RM3.685/ton.

Untuk kontrak Agustus 2023, harga CPO berjangka di Malaysia turun 46 poin atau 1,23% dari RM3.729/ton ke level RM3.683/ton. Sementara itu, harga CPO berjangka untuk kontrak September 2023 turun 44 poin atau 1,18% dari RM3.719/ton ke RM3.675/ton.

Adapun, nilai tukar Ringgit, mata uang perdagangan sawit, menguat 0,17% di awal perdagangan. Ringgit yang lebih kuat membuat sawit kurang menarik bagi pemegang mata uang asing.

Sementara itu, harga kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) naik 0,03%. Lalu kontrak kedelai teraktif Dalian Commodity Exchange menguat 0,65% dan kontrak kelapa sawit naik 1,38%. 

Harga minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.

(Baca: Ikuti Laju Minyak Substitusi, Harga CPO Kembali Bergerak Naik)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags