Harga Emas Berkilau Terdorong Data Ketenagakerjaan AS

Kenaikan harga emas dipicu oleh perilisan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih baik. Selain itu, emas terdongkrak oleh melonjaknya kasus Covid-19 varian Omicron.

Winarni

Feb 7, 2022 - 5:27 PM

Data


Harga emas global menguat ke level tertingginya dalam sepekan terakhir pada perdagangan Senin (07/02). Perilisan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih baik menjadi faktor pemicu kenaikan harga komoditas ini. 

Pada perdagangan Senin (07/02) pukul 16.05 WIB, kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April 2022 di divisi Comex New York Exchange sebesar US$1.813,05 per troy ons. Harga itu naik  US$5,25 dari perdagangan hari sebelumnya.

Di pasar spot, harga emas ikut menguat US$4,14 ke posisi US$1.812,15 per troy ons. Sementara indeks dolar AS menguat ke level US$95,53.

Data ketenagakerjaan nonpertanian (non-farm payroll/NFP) di AS tercatat sebesar 467 ribu pekerjaan pada Januari 2022. Nilai tersebut jauh di atas perkiraan sebelumnya yang sebesar 125.000 pekerjaan.

Selain itu, kenaikan kasus Covid-19 varian Omicron menjadi faktor pendorong harga emas. Ini lantaran pemintaan atas aset aman atau safe haven meningkat ketika varian Covid-19 terbaru itu menyebar.


Dari dalam negeri, berdasarkan informasi dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga dasar emas 24 karat ukuran 1 gram dijual senilai Rp937.000. Harga tersebut naik Rp2.000 dari posisi sebelumnya. 

Sementara itu, harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp838.000 per gram. Nilai itu juga menguat Rp2.000 dibandingkan hari sebelumnya yang sebesar Rp836.000 per gram. 

(Baca: Daftar Harga Emas Antam (07 Februari 2022))

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags