Harga Gandum Bergerak Terbatas, Dibayangi Kualitas Panen di AS

Harga gandum bergerak terbatas pada perdagangan Selasa (23/5) pagi. Ini terjadi karena panen gandum musim dingin AS yang masuk dalam kategori baik hingga sangat baik meningkat namun masih tertahan oleh kekeringan yang terjadi di Kansas sebagai produsen gandum musim dingin terbesar AS.

Sarnita Sadya

May 23, 2023 - 9:12 AM

Data

Harga gandum melemah pada perdagangan Selasa (23/5) pagi. Harga gandum berjangka untuk kontrak Juli 2023 di Chicago Board of Trade (CBOT) turun 0,33% ke level US$603,50/gantang (bushel) pada pukul 07.55 WIB.

Harga komoditas biji-bijian tersebut melemah setelah bergerak di rentang US$602,38/gantang-US$607,60/gantang. Adapun, pelemahan tersebut berbalik arah dari perdagangan sehari sebelumnya yang naik 0,08% pada 22 Mei 2023.

Jika melihat sepanjang tahun berjalan, harga gandum masih melemah 23,83%. Harganya pun anjlok 48,36% dalam satu tahun terakhir.

Pergerakan harga gandum tersebut terjadi di tengah meningkatnya panen gandum musim dingin Amerika Serikat (AS) yang masuk dalam kategori baik hingga sangat baik. Namun, kondisi ini masih tertahan oleh kekeringan yang terjadi di Kansas sebagai produsen gandum musim dingin terbesar AS.

Melansir Reuters, laporan kemajuan tanaman mingguan Departemen Pertanian AS (USDA) menunjukkan bahwa peringkat gandum musim dingin AS yang masuk dalam kategori baik hingga sangat baik mencapai 31% per 22 Mei 2023. Angka ini naik 2 poin persentase dari minggu sebelumnya dan berada di atas rata-rata ekspektasi analis.

Meski demikian, peringkat gandum musim dingin yang masuk dalam kategori baik hingga sangat baik di produsen terbesar AS, Kansas, hanya sebesar 10%, tidak berubah dari minggu sebelumnya. Bahkan, gandum musim dingin yang masuk dalam kategori buruk hingga sangat buruk meningkat 1 poin persentase menjadi 69%.

Penurunan peringkat tersebut terjadi karena ladang gandum di Kansas rusak parah akibat kekeringan selama tiga tahun. USDA memperkirakan, kondisi ini membuat para petani Kansas akan meninggalkan sekitar 19% dari ladang yang ditanam pada musim gugur.

Secara nasional, persentase ladang gandum musim dingin yang akan ditinggal oleh para petani AS mencapai 33% dari luas yang mereka tanam. Persentase ini tercatat sebagai yang tertinggi sejak Perang Dunia I.

Oleh karena itu, USDA memperkirakan, stok gandum dari eksportir gandum terbesar kelima dunia akan jatuh ke level terendah dalam 16 tahun pada akhir tahun pemasaran 2023/2024.

(Baca: Harga Gandum Naik, Pasokan AS dan Kesepakatan Laut Hitam Disorot)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags