Harga Gandum Masih Lanjutkan Reli Tiga Hari Beruntun

Harga gandum semakin menguat di tengah berlanjutnya konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

Gita Arwana Cakti

Apr 19, 2022 - 10:22 AM

Data

Harga gandum melanjutkan penguatan hari ketiga pada perdagangan Selasa (19/4) pukul 09.15 WIB. Tercatat harga gandum berjangka untuk kontrak Mei 2022 di Chigaco Board of Trade (CBOT) naik 0,75% ke level US$1.128,88/gantang (bushel).

Kenaikan tersebut mengakumulasi penguatan harga gandum yang sepanjang tahun 2022 yang melonjak 46,42%. Dalam setahun terakhir, harganya juga melambung 73,01%.

Harga gandum semakin menguat di tengah berlanjutnya konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Akibat perang, panen gandum di Ukraina diprediksi anjlok hingga 50%, karena sebagian lahan di negara tersebut ditempati oleh pasukan Rusia. 

Panen yang berpotensi turun drastis itu juga mengancam posisi Ukraina sebagai eksportir gandum utama. Ukraina diketahui merupakan pemasok gandum terbesar nomor dua ke Indonesia setelah Australia.

Terhambatnya pasokan gandum dari Ukraina pun berpotensi menganggu kebutuhan dalam negeri. Terlebih, hal itu turut pula menyebabkan kenaikan harga gandum yang berkepanjangan.

Berdasarkan data Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (Aptindo), impor gandum dari Ukraina mencapai 26,8% atau 3,07 juta ton. Jumlah tersebut di bawah impor gandum dari Australia yang mencapai 4,48 juta ton atau 40,5%. 

Atas dasar itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan, perlu ada penguatan struktur industri dalam negeri, khususnya di hulu. Hal tersebut untuk menjaga pasokan bahan baku, khususnya gandum.

Pasalnya, industri makanan dan minuman secara konsisten tumbuh, bahkan saat pandemi Covid-19. Jika tak dibarengi dengan kepastian pasokan bahan baku, maka industri akan selalu bergantung kepada impor. 

(Baca: Daftar Negara Asal Impor Gandum Indonesia, Mana Saja?)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags