Harga Minyak Jatuh saat Pembicaraan AS-Iran Dimulai

Harga minyak turun lebih dari 2% dari level tertingginya sejak tujuh tahun terakhir. Penurunan seiring dimulainya kembali perundingan antara AS-Iran.

Winarni

Feb 9, 2022 - 10:03 AM

Data

Harga minyak mentah dunia terkoreksi pada penutupan perdagangan Selasa (08/02). Minyak turun lebih dari 2% dari level tertingginya sejak tujuh tahun terakhir.

Penurunan harga minyak lantaran dimulainya kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat menghidupkan kembali perjanjian nuklir internasional. Hal tersebut pun memungkinkan lebih banyak ekspor minyak dari produsen OPEC. 

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga minyak jenis Brent berjangka turun US$1,91, atau 2,1%, ke level US$90,78 per barel. Sementara, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun US$1,96, atau 2,1%, menjadi US$89,36 per barel.

Pembicaraan nuklir antara AS dan Iran dilanjutkan di Wina pada Selasa (08/02). Jika perundingan tersebut disepakati, maka dapat mengembalikan pasokan minyak Iran lebih dari satu juta barel per hari (bph). Jumlah itu pun akan meningkatkan pasokan global sekitar 1%. 

"Pemerintah AS sedang berusaha untuk menjinakkan harga minyak dengan segera merundingkan perjanjian nuklir baru dengan Iran," kata analis pasar minyak senior Rystad Energy, Louise Dickson seperti dikutip dari Antara, Rabu (09/02).

Dickson mengatakan, setiap kesepakatan Iran dapat melepaskan produksi minyak mentah dan kondensat ekstra dalam empat hingga enam bulan atau lebih cepat. Pasalnya, Iran diperkirakan memiliki penyimpanan minyak di laut yang kuat.

Delapan putaran pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington sejak April 2021 belum menghasilkan kesepakatan tentang dimulainya kembali pakta nuklir 2015. Perbedaan tetap ada mengenai rincian pencabutan sanksi.

Namun, harga minyak telah melonjak akhir-akhir ini karena meningkatnya permintaan global, ketegangan Rusia-Ukraina, gangguan pasokan dari produsen seperti Libya, dan pelonggaran secara bertahap dari rekor pengurangan produksi 2020 oleh OPEC+.

(Baca: Harga Minyak Terkoreksi di Tengah Perundingan AS-Iran)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags