Harga Minyak Lanjutkan Penguatan Pekanan (1 – 8 September 2023)

Harga minyak mentah dunia terpantau menguat dalam sepekan terakhir. Pergerakan harga emas hitam ini melanjutkan tren yang terjadi pada tujuh hari sebelumnya.

Winarni

Sep 8, 2023 - 3:49 PM

Data

Harga minyak mentah dunia terpantau menguat dalam sepekan terakhir. Pergerakan harga emas hitam ini melanjutkan tren yang terjadi pada tujuh hari sebelumnya.

Hingga perdagangan Jumat (8/9) petang, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange pukul 15.08 WIB bergerak di level US$86,69 per barel. Nilai tersebut lebih tinggi 1,33% dibandingkan pada pekan sebelumnya yang senilai US$85,55 per barel. 

Sementara itu, harga minyak jenis Brent di ICE Futures Europe sebesar US$89,89 per barel. Harganya juga menguat 1,51% dibandingkan pada posisi akhir pekan lalu yang sebesar US$88,55 per barel. 

Selama sepekan terakhir, harga minyak mendapat sentimen positif dari ekspektasi berlanjutnya pengurangan pasokan oleh Arab Saudi dan Rusia. Ini akan menyebabkan defisit pasokan lebih dalam dari perkiraan pada kuartal IV/2023. 

Adapun, Arab Saudi akan memperpanjang pengurangan produksi minyak secara suka rela sebesar 1 juta barel per hari (bph) selama tiga bulan lagi hingga akhir Desember 2023. Rusia juga memperpanjang keputusannya untuk mengurangi ekspor minyak sebesar 300.000 barel per hari hingga akhir tahun ini. 

Namun, kenaikan minyak dalam sepekan terakhir sempat tertahan oleh munculnya kekhawatiran permintaan karena ketidakpastian prospek ekonomi China. Data ekonomi China menunjukan bahwa aktivitas jasa di Negeri Panda tersebut berkembang pada laju paling lambat dalam delapan bulan terakhir. 

Ini disebabkan oleh lemahnya permintaan yang terus membebani perekonomian Negeri Panda. Sementara, stimulus ekonomi yang diberikan otoritas China gagal menghidupkan kembali konsumsi secara signifikan.

(Baca: Harga Minyak Turun Imbas Penguatan Dolar dan Kekhawatiran China)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags