Harga Nikel Berbalik Naik, Perdagangan di LME Terus Menurun

Harga nikel berbalik arah naik 0,21% ke level US$24.333,00/ton pada penutupan perdagangan kemarin. Penguatan harga terjadi di tengah volume perdagangan di LME yang semakin sepi.

Gita Arwana Cakti

Sep 15, 2022 - 8:30 AM

Data

Harga nikel berbalik arah dan kembali bergerak di zona hijau pada penutupan perdagangan Rabu (14/9). Tercatat harga nikel di London Metal Exchange (LME) naik 0,21% ke level US$24.333,00/ton pada penutupan perdagangan kemarin.   

Harga nikel menguat setelah bergerak di rentang US$23.655,00/ton-US$24.467,00/ton. Harga nikel sempat jatuh 1,20% pada sehari perdagangan sebelumnya yakni 13 September 2022. Namun pada perdagangan 2-12 September 2022, harga nikel konsisten menguat dengan akumulasi kenaikan mencapai 19,53% selama tujuh hari perdagangan beruntun.

Sementara itu, jika melihat pergerakan sejak awal tahun 2022, maka harga nikel menguat 17,23%. Adapun dalam setahun terakhir, peningkatan harga komoditas pertambangan tersebut cukup tebal yakni hingga 23,35%.     

Mengutip Reuters, London Metal Exchange tengah berjuang untuk mendapatkan kembali posisi dominannya dalam perdagangan nikel global seiring dengan penurunan volume. Selain itu, para pelaku pasar juga dikabarkan meninggalkan LME di tengah harga yang masih bergejolak setelah adanya kekacauan perdagangan pada awal tahun ini.

Volume nikel di tempat tertua dan terbesar dunia untuk perdagangan logam tersebut menyusut tajam setelah LME menangguhkan kontraknya selama sepekan dan membatalkan semua perdagangan pada 8 Maret lalu. Hal itu terjadi ketika harga nikel melonjak dua kali lipat dalam beberapa jam ke rekor di atas US$100.000/ton.

Data LME juga menunjukkan banyak peserta yang telah meninggalkan pasar nikel. Sejumlah pedagang melihat tren ini masih akan terus berlanjut dan membuat volume perdagangan lebih rendah. Volatilitas harga juga akan semakin tinggi karena akan lebih banyak orang yang memilih untuk menegosiasikan harga secara langsung.

Rata-rata volume harian nikel yang diperdagangkan di LME turun 50% pada Agustus lalu menjadi 203.856 ton dari periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini melanjutkan tren yang sudah bergerak lebih rendah sejak April hingga Juli. Pada April, volume perdagangan turun 28%, pada Mei turun 35%, pada Juni turun 25%, dan pada Juli tergerus 42%.

Analis Wood Mackenzie Andrew Mitchell bahkan mengatakan bahwa harga nikel LME tidak mewakili sebagian besar pasar.

Sementara itu, Analis Macquarie Jim Lennon memperkirakan nikel yang dapat dikirimkan terhadap kontrak LME pada tahun ini hanya akan berjumlah 650.000 ton atau sekitar 21% dari produksi global. Hal tersebut menyusut jauh dibandingkan dengan volume pada 2012 sebesar 50%.

(Baca: Harga Nikel Lanjutkan Reli pada Hari Keempat)

Di sisi lain, harga nikel di pasar spot China terpantau turun tipis di tengah transaksi perdagangan yang juga relatif sepi. Per 14 September, premi nikel Jinchuan di pasar spot tercatat berada pada ¥6.500/metrik ton-¥7.000/metrik ton, dengan rata-rata premi ¥6.750/metrik ton. Nilai tersebut turun ¥1.150/metrik ton dari perdagangan sebelumnya.

Selanjutnya, premi nikel NORNIKEL tercatat pada level ¥3.000/metrik ton-¥3.200/metrik ton dengan harga rata-rata berada pada ¥3.100/metrik ton. Nilai tersebut juga turun tipis ¥50/metrik ton dari perdagangan sebelumnya. Adapun, harga nikel berjangka turun sedikit karena penurunan permintaan, tetapi harga spot tetap berada pada ¥195.000/metrik ton.

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags