Harga Nikel Melemah di Tengah Lonjakan Pasokan dari Indonesia

Harga nikel melemah pada penutupan perdagangan Rabu (3/5). Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya pasokan nikel dari Indonesia yang melampaui permintaan global.

Sarnita Sadya

May 4, 2023 - 9:34 AM

Data

Harga nikel melemah pada penutupan perdagangan Rabu (3/5). Tercatat, harga nikel di London Metal Exchange (LME) turun 1,28% ke level US$24.646,00/ton pada penutupan perdagangan kemarin.

Harga nikel melemah setelah bergerak di rentang US$24.602,50/ton-US$25.421,00/ton. Adapun, pelemahan tersebut berbalik arah dari perdagangan empat hari sebelumnya yang naik 6,81% pada 26 April hingga 2 Mei 2023.

Jika melihat pergerakan sepanjang tahun berjalan, harga nikel tercatat anjlok 17,98%. Harga komoditas pertambangan tersebut juga terpantau merosot 20,43% dalam satu tahun terakhir.

Pelemahan harga nikel tersebut terjadi di tengah meningkatnya pasokan nikel dari Indonesia. Melansir Reuters, meski permintaan global tercatat tumbuh 6,1% pada 2023 namun kondisi tersebut belum cukup untuk dapat menyerap produksi baru yang keluar dari Indonesia.

Berdasarkan buletin bulanan terbaru International Nickel Industry Research Group (INSG), hasil tambang nikel Indonesia melonjak 48% menjadi 1,58 juta ton pada 2022. Pertumbuhan tersebut terus berlanjut hingga dua bulan pertama tahun ini yang sebesar 44%.

Sejak Indonesia melarang ekspor bijih pada 2020, semua hasil tambang tersebut kini dikonversi menjadi produk nikel. Beberapa kapasitas pemrosesan baru pun memproduksi Nickel Pig Iron (NPI) untuk sektor stainless dan pertumbuhan Indonesia akan menggantikan output China yang lebih rendah karena tren off-shoring terus berlanjut.

Namun, sebagian besar produksi baru Indonesia tersebut ditargetkan untuk sektor baterai yang sedang berkembang pesat. Para operator bereksperimen dengan teknologi baru untuk mengubah sumber daya laterit Indonesia yang relatif rendah menjadi bentuk yang dapat digunakan dalam baterai lithium-ion.

Pesatnya pertumbuhan nikel dalam bentuk pengiriman non-exchange telah memperlebar kesenjangan harga dengan tolak ukur LME dan memang memainkan peran penting dalam ledakan kontrak nikel LME pada Maret tahun lalu.

(Baca: Permintaan Diproyeksi Meningkat, Harga Nikel Menguat)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags