Harga Referensi dan BK CPO 16-28 Februari 2023 Dipatok Naik

Harga referensi produk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk periode 16-28 Februari 2023 meningkat 0,08% menjadi US$880,03/metrik ton. Adapun Bea Keluar juga meningkat jadi US$74/metrik ton dan pungutan ekspor CPO dipatok US$95/metrik ton.

Gita Arwana Cakti

Feb 17, 2023 - 8:50 AM

Data

Harga referensi produk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk periode 16-28 Februari 2023 meningkat dibandingkan dengan periode paruh pertama bulan ini.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga referensi produk CPO untuk penetapan bea keluar (BK) dan tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (tarif BLU BPD-PKS) atau pungutan ekspor (PE) periode 16–28 Februari 2023 ditetapkan sebesar US$880,03/metrik ton.

Nilai tersebut lebih tinggi 0,08% atau US$0,72/metrik ton dibandingkan dengan penetapan pada periode 1—15 Februari 2023 yang sebesar USD 879,31/metrik ton.

Sejumlah faktor yang mempengaruhi kenaikan tersebut a.l perubahan kebijakan biodiesel Indonesia dari B30 menjadi B35, serta pengetatan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) Indonesia dengan membekukan sebagian hak ekspor CPO dan produk turunannya hingga 30 April 2023.

Adapun nilai bea keluar (BK) CPO ditetapkan sebesar US$74/metrik ton dan pungutan ekspor CPO senilai US$95/metrik ton untuk periode yang sama. Nilai tersebut juga lebih tinggi dari patokan pada periode 1-15 Februari 2-23.

Sementara itu, pada paruh pertama bulan ini harga referensi CPO dipatok turun 4,48%. Hal tersebut dipengaruhi oleh penurunan permintaan dari India dan China, penguatan nilai tukar ringgit terhadap dolar AS, dan peningkatan harga minyak nabati lainnya sering dengan berkurangnya produksi di Amerika.

(Baca: Harga Referensi dan BK CPO Periode 1-15 Februari 2023 Turun)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags