Harga Tembaga Berfluktuasi, Perhitungan Stok Dinilai Perlu

Harga tembaga terpantau berfluktuasi terbatas cenderung melemah. Hingga pukul 08.00 WIB, harga tembaga berjangka untuk kontrak Desember 2022 di bursa Comex turun 0,22% ke level US$3.4615/pon. Pelemahan terjadi di tengah rendahnya potensi permintaan, sedangkan pasokan meningkat.

Gita Arwana Cakti

Sep 23, 2022 - 9:00 AM

Data

Harga tembaga terpantau berfluktuasi terbatas cenderung melemah pada perdagangan Jumat (23/9) pagi. Hingga pukul 08.00 WIB, harga tembaga berjangka untuk kontrak Desember 2022 di bursa Comex terpantau turun 0,22% ke level US$3.4615/pon. 

Sepanjang perdagangan pagi ini, harga tembaga sempat menguat menyentuh level tertingginya pada US$3.4725/pon tetapi kemudian turun ke level terendah pagi ini di US$3.4602/pon. Fluktuasi terbatas ini terjadi setelah harga tembaga sempat ditutup rebound 0,07% pada perdagangan Kamis (22/9). Namun sepanjang tiga hari beruntun sebelumnya, harga tembaga terkoreksi 1,41%.

Di bursa London Metal Exchange (LME), harga tembaga terpantau kembali melanjutkan tekanan dengan terkoreksi 0,16% ke level US$7.678,00/ton pada perdagangan Kamis (22/9). Harga tersebut melanjutkan pelemahan sebelumnya yang jatuh 0,88%.

Fluktuasi harga tembaga yang cenderung melemah tersebut dibayangi kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi di China serta potensi tidak ada permintaan di Eropa menjelang masuknya musim dingin.

jika melihat jumlah persediaannya, gudang tembaga di London Metal Exchange (LME) terpantau baru saja kedatangan 11.200 ton tembaga pada Selasa lalu. Jumlah tersebut merupakan jumlah penjaminan satu hari terbesar sejak Juni.

Mengutip Reuters, arus masuk telah mencapai lebih dari 35.000 ton sepanjang bulan ini, tetapi sebagian besar telah dikirimkan kembali ke luar gudang. Sehingga stok utama tembaga pada akhir Agustus tercatat sebesar 118.000 ton, atau hanya naik 3.625 ton.

Sementara itu, mengutip Shanghai Metal Market, pada 19 September 2022, persediaan tembaga di pasar utama China juga bertambah 200 metrik ton dibandingkan dengan Jumat sebelumnya menjadi 84.700 metrik ton. Namun, jumlah tersebut turun 5.100 metrik ton dari posisi Selasa lalu.

Peningkatan tersebut terjadi seiring adanya kenaikan di Shanghai yang meningkat 2.300 metrik ton menjadi 68.800 metrik ton. Sementara itu, persediaan di Guangdong turun 2.200 metrik ton menjadi 8.100 metrik ton.

Di sisi lain, seorang Kolumnis Logam Senior di Reuters, Andy Home, menilai jumlah inventaris LME secara keseluruhan masih rendah. Namun rendahnya stok juga terjadi pada inventaris tembaga yang terdaftar di CME dan Shanghai Futures Exchange (ShFE). Ketiga bursa tersebut hanya menyimpan 200.000 ton logam.

Tonase terdaftar dengan tiga besar pertukaran tembaga mencapai 195.560 ton pada akhir Agustus, naik dengan 5.450 ton marjinal pada awal Januari tetapi turun sebesar 185.650 ton pada Agustus tahun lalu. Dia pun menilai perlu adanya perhitungan kembali terhadap stok

Melihat kurang sesuainya stok inventaris yang ada dengan pergerakan harga, dia menilai perlu adanya perhitungan untuk stok tembaga yang tersembunyi atau tidak terinventarisir dalam ketiga bursa tersebut.

(Baca: Usai Terkoreksi 3 Hari, Harga Tembaga Rebound Tipis)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags