Imbas SEC Tunda ETF, Bitcoin Turun Tipis 0,07% Sepekan

Harga Bitcoin mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Hingga Senin (04/09) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini melemah tipis 0,07% dibandingkan tujuh hari sebelumnya.

Monavia Ayu Rizaty

Sep 4, 2023 - 11:01 AM

Data

Harga Bitcoin mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Hingga Senin (04/09) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini melemah tipis 0,07% dibandingkan tujuh hari sebelumnya. 

Bitcoin mengawali perdagangan Senin (28/08) di harga Rp398.820.000 per koin (asumsi kurs Rp15.240/US$). Harga Bitcoin sempat menguat 5,53% ke level Rp420.871.008 per koin sehari setelahnya.

Namun, harga Bitcoin berbalik turun 1,3% menjadi Rp415.400.000 per koin pada Rabu (30/08). Penurunan tersebut berlanjut hingga ke level Rp394.988.992 per koin pada Jumat (01/09).

Bitcoin kembali menguat 0,42% menjadi Rp396.648.992 per koin sehari setelahnya. Kenaikan itu berlanjut sebesar 0,58% ke level Rp398.958.016 per koin pada Minggu (03/09).

Hanya saja, Bitcoin berbalik melemah 0,1% pada Senin (04/09) pagi. Hingga pukul 07.22 WIB, mata uang kripto tersebut pun bertengger di level Rp398.561.984 per koin.

Melansir Coindesk, lonjakan harga Bitcoin pada awal pekan lalu terjadi usai pengadilan banding federal membatalkan penolakan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) atas konversi Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) yang bernilai sekitar US$18 miliar menjadi exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot.

Menurut hakim, penolakan SEC atas proposal Grayscale untuk mengonversi GBTC menjadi ETF Bitcoin spot merupakan tindakan yang sewenang-wenang dan berubah-ubah. Ini lantaran SEC gagal menjelaskan perbedaan perlakuan antara ETF Bitcoin futures dan ETF Bitcoin spot.

Penguatan harga Bitcoin juga dipicu oleh sentimen positif dari atas penggunaan kripto untuk alat pembayaran di Twitter. Terlebih, pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memberikan izin kepada Twitter untuk melakukan hal tersebut.

Namun, penurunan Bitcoin terjadi karena SEC memutuskan untuk menunda keputusannya mengenai enam aplikasi ETF spot, yaitu BlackRock, WisdomTree, Invesco Galaxy, Wise Origin, VanEck, Bitwise, dan Valkyrie Digital Asset. SEC memilih untuk menunda pengambilan keputusan hingga sekitar pertengahan Maret 2024.

Bitcoin juga melemah karena pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS masih di bawah ekspektasi. PDB AS dilaporkan tumbuh 2,1% secara tahunan pada kuartal II/2023. Sebelumnya, pemerintah AS memperkirakan ekonomi akan tumbuh di level 2,4% (yoy) pada kuartal tersebut.

(Baca: Efek Hawkish The Fed, Harga Bitcoin Melemah 0,48% Sepekan)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags