Ketidakpastian Kembali Mencuat, Harga Bitcoin Melemah Sepekan

Harga Bitcoin kembali mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Hingga Senin (22/05) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini melemah 1,45% dibandingkan penutupan tujuh hari sebelumnya.

Monavia Ayu Rizaty

May 22, 2023 - 9:26 AM

Data

Harga Bitcoin kembali mengalami penurunan dalam sepekan terakhir. Hingga Senin (22/05) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini melemah 1,45% dibandingkan penutupan tujuh hari sebelumnya.    

Bitcoin mengawali perdagangan Senin (15/05) di harga Rp404.000.000 per koin (asumsi kurs Rp14.925/US$). Bitcoin kemudian melemah 0,71% menjadi Rp401.127.008 per koin satu hari setelahnya.

Pada Rabu (17/05), Bitcoin berbalik menguat 1,2% ke level Rp405.999.008 per koin. Namun, Bitcoin kembali terkoreksi 1,52% menjadi Rp399.836.992 per koin pada Kamis (18/05).

Lalu, Bitcoin sempat menguat hingga ke level Rp403.892.000 per koin pada Sabtu (20/05). Hanya saja, penguatan tersebut tak berlanjut hingga Senin (22/05) pukul 07.34 WIB. Terpantau harga Bitcoin kembali turun menjadi Rp398.143.008 per koin.

Melansir Coindesk dan Bitcoin.com, harga Bitcoin yang sempat melonjak pada Rabu (17/05) disebabkan oleh optimisme pasar terhadap rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang akan mengadakan pertemuan dengan Ketua DPR dari Partai Republik Kevin McCarthy untuk membahas mengenai plafon utang. Pasar saat itu berharap bahwa pembicaraan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menemukan kesepakatan. Hal itu pun memicu optimisme bahwa AS tidak akan gagal membayar utangnya.

Namun, harga Bitcoin berbalik melemah keesokan harinya menjelang diskusi panel antara Ketua The Fed Jerome Powell dengan mantan Ketua The Fed Ben Bernanke di sebuah konferensi di Washington. Pasar mengantisipasi beberapa sinyal dari Powell mengenai keputusan yang akan diambil oleh The Fed dalam beberapa bulan mendatang.

Kemudian, penguatan Bitcoin pada Sabtu (20/05) dipicu oleh hasil diskusi Ketua The Fed Jerome Powell dengan Ben Bernanke yang menyebutkan bahwa kenaikan suku bunga tidak akan setinggi yang telah diperkirakan sebelumnya. Powell mengatakan penilaian keputusan suku bunga yang akan datang menjadi "keputusan yang berkelanjutan" seperti yang sebelumnya dia tekankan dalam konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Mei.

Meski sempat menguat, Bitcoin kembali terkoreksi pada (21/05) karena pasar tetap gelisah meskipun ada komentar dovish dari Ketua The Fed. Selain itu, ketidakpastian pembahasan plafon utang AS juga kembali muncul. Langkah ini membuat bitcoin tetap bergerak di level rendah.

(Baca: Meski Inflasi AS Membaik, Harga Bitcoin Turun 2,7% dalam Sepekan)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags