Khawatir Permintaan Terus Turun, Harga Minyak Tergelincir

Harga minyak mentah dunia terkoreksi seiring kekhawatiran akan kenaikan suku bunga yang dapat mengancam pertumbuhan perekonomian global

Winarni

Sep 16, 2022 - 4:30 PM

Data

Harga minyak mentah dunia terkoreksi pada perdagangan Jumat petang (16/09). Minyak masih terbebani kekhawatiran akan kenaikan suku bunga yang lebih agresif dan dapat mengancam pertumbuhan perekonomian global.

Hal tersebut pun dikhawatirkan berdampak pada penurunan permintaan minyak. Selain itu, harga juga terbebani oleh kenaikan nilai dolar AS yang membuat harga minyak menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain.

Pada perdagangan Jumat (16/09) pukul 15.26 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2022 terkoreksi 0,41% menjadi US$84,75 per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November 2022 juga melemah 0,20% menjadi US$90,66 per barel di London ICE Futures Exchange.

Pasar saat ini, fokus pasar masih tertuju pada hasil pertemuan The Fed yang akan dilaksakanan pekan depan. Pasar memprediksi suku bunga AS akan naik 75 basis poin (bps) atau 100 bps. Beberapa negara saat ini memang diketahui tengah memerangi laju inflasi. Sebagai salah satu upaya mengendalikannya adalah melalui kebijakan kenaikan suku bunga.

Namun hal ini dapat berdampak pada turunnya daya beli masyarakat dan berimbas melemahnya permintaan minyak global. Pasar juga tertekan oleh pernyataan Badan Energi Internasional (IEA) yang pesimistis atas permintaan minyak pada kuartal keempat karena melemahnya permintaan dari China.

(Baca: Permintaan Naik, Harga Minyak Kembali Panas)


Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags