Laju Harga Tembaga Terbatas di Tengah Beragam Hambatan Global

Harga tembaga bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (9/6) pagi. Kondisi ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed yang lebih panjang serta adanya kehawatiran perlambatan ekonomi global.

Sarnita Sadya

Jun 9, 2023 - 9:39 AM

Data

Harga tembaga bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (9/6) pagi. Pada pukul 08.12 WIB, harga tembaga berjangka untuk kontrak Juli 2023 di bursa Comex terpantau naik tipis 0,07% ke level US$3,7893/pon.

Sepanjang perdagangan pagi ini, harga tembaga sempat menguat menyentuh level tertingginya di US$3,7952/pon dan level terendah di US$3,7858/pon. Harga tersebut melanjutkan lajunya dari perdagangan sehari sebelumnya yang ditutup naik 0,89% pada 8 Juni 2023.

Sementara, di bursa London Metal Exchange (LME), harga tembaga terpantau turun tipis 0,09% ke level US$8.359,50/ton pada waktu perdagangan yang sama. Pergerakan tersebut juga berbalik arah dari perdagangan sehari sebelumnya yang tumbuh 0,89%.

Pergerakan harga tembaga pada pagi ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed untuk waktu yang lebih panjang serta perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Melansir Reuters, kekhawatiran pasar terhadap laju kenaikan suku bunga The Fed yang lebih lama muncul setelah Kanada dan Australia secara tiba-tiba menaikkan suku bunga acuannya. Adapun kenaikan suku bunga yang lebih tinggi dan lebih lama dari perkiraan akan dapat merusak permintaan logam.

Sementara itu, perlambatan pertumbuhan ekonomi global mengimbangi harapan terhadap langkah-langkah stimulus untuk sektor properti di konsumen utama China. Ekspektasi pasar terhadap stimulus dari pemerintah Beijing mendorong harga logam yang digunakan dalam industri konstruksi dan listrik.

Arthur Parish, rekanan logam di SP Angel, menjelaskan, fundamental tetap cukup lemah di sisi permintaan sehingga semakin lama pengumuman paket stimulus ditunda maka semakin besar kemungkinan logam dasar melanjutkan tren menurunnya.

Di samping itu, analis Standard Chartered, Sudakshina Unnikrishnan menyebutkan, sentimen terhadap tembaga hingga saat ini masih tetap akan beragam. Kekuatan dolar AS dan kekhawatiran pertumbuhan China masih tetap ada di tengah persediaan tembaga LME yang mulai menurun, disertai dengan lonjakan waran yang dibatalkan.

(Baca: Aktivitas Pabrik di China Turun, Laju Harga Tembaga Terbatas)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags