Mengenal Cryptocurrency hingga Potensi dan Risikonya

Perkembangan sektor teknologi dan keuangan memunculkan berbagai inovasi termasuk di bidang investasi. Salah satunya adalah munculnya mata uang kripto alias cryptocurrency. Artikel ini membahas mengenai pengertian hingga potensi dan rIsiko mata uang kripto.

Muhammad Fikri

24 Jun 2024 - 12.20

Data

Perkembangan sektor teknologi dan keuangan memunculkan berbagai inovasi termasuk di bidang investasi. Salah satunya adalah munculnya mata uang kripto alias cryptocurrency. Lantas apa itu cryptocurrency?

DataIndonesia merangkum dari Investopedia dan Grayscale tentang pengertian, jenis, hingga kelebihan dan kekurangan cryptocurrency.

Definisi

Cryptocurrency adalah aset digital yang menggunakan kriptografi untuk menjaga keamanan sebuah informasi sehingga membuatnya hampir tidak mungkin untuk dipalsukan atau digandakan. 

Sebagian besar cryptocurrency berada di jaringan desentralisasi yang menggunakan teknologi blockchain, sebuah teknologi pencatatan data yang memungkinkan transparansi informasi kepada publik.

Di masyarakat, kerap kali muncul anggapan bahwa semua cryptocurrency adalah Bitcoin. Padahal Bitcoin merupakan salah satu jenis dari banyaknya cryptocurrency.

Jenis Cryptocurrency

Banyak cryptocurrency dibuat berdasarkan utilitas atau fungsinya masing-masing, konsep ini di dalam dunia pasar modal dikenal sebagai sektoral. Dirangkum dari Grayscale, beberapa sektor di dalam cryptocurrency diantaranya:

  • Mata uang, sektor ini mencakup aset kripto yang memiliki salah satu dari 3 utilitas atau kegunaan dasar, yaitu, sebagai alat tukar, penyimpan nilai, dan satuan hitung. Contoh dari kripto jenis ini adalah Bitcoin (BTC) dan Ripple (XRP).
  • Smart Contract, sektor yang mencakup aset kripto yang berfungsi sebagai platform smart contract dikembangkan dan diterapkan. Smart contract sendiri memungkinkan implementasi blockchain untuk transaksi kepemilikan suatu aset seperti Non Fungible Token (NFT) atau aset digital lainnya. Contoh dari kripto jenis ini adalah Ethereum (ETH) dan Solana (SOL).
  • Finansial, biasanya disebut Decentralized Finance (DeFI) sektor ini mencakup aset kripto yang bertujuan untuk menyediakan transaksi dan layanan keuangan di dunia cryptocurrency. Kripto jenis ini menawarkan layanan keuangan kepada siapa saja yang memiliki koneksi internet dan bekerja seperti bank, dapat melakukan simpan pinjam dalam bentuk kripto. Contohnya adalah Uniswap (UNI) dan Compound (COMP).
  • Budaya, adalah jenis kripto yang mendukung aktivitas berfokus konsumsi di berbagai barang dan layanan. Kripto jenis ini menawarkan pengalaman digital yang interaktif dan imersif, mulai dari Metaverse hingga koleksi seni digital. Contohnya adalah Sandbox (SAND).
  • Utilitas dan Layanan, mencakup aset kripto yang bertujuan untuk menyediakan aplikasi dan fungsionalitas praktis di tingkat perusahaan. Mulai dari layanan data center hingga jaringan internet. Contohnya adalah Render (RNDR) dan Chainlink (LINK).

Risiko dan Potensi Keuntungan

Cryptocurrency dikenal sebagai instrumen investasi yang tidak stabil karena tingginya volatilitas dan banyaknya potensi kerugian. Namun hingga hari ini kapitalisasi pasar kripto global saat ini mencapai telah Rp 37.620,24 T. Dirangkum dari Investopedia, beberapa potensi dan kelebihan kripto yaitu:

  • Sistem dengan cryptocurrency menghilangkan kemungkinan kegagalan karena menggunakan konsep kriptografi dan setiap transaksinya tercatat dalam blockchain.
  • Cryptocurrency memudahkan transfer dana antara dua pihak tanpa perantara pihak ketiga seperti bank atau perusahaan kartu kredit. Transfer ini dikonfirmasi dan divalidasi oleh publik melalui sistem proof of work atau proof of stake.

Namun, kripto juga memiliki risiko dan potensi kerugian, diantaranya:

  • Risiko pengguna, karena menggunakan sistem kriptografi dan blockchain, pengguna tidak dapat membatalkan transaksi cryptocurrency setelah dikirim, sehingga resiko salah transfer tidak dapat dibatalkan atau diperbaiki.
  • Risiko peretasan, meskipun secara konsep teknologi blockchain dan cryptocurrency sangat aman, namun penyimpanan aset kripto yang terhubung dengan internet seperti bursa (exchange) dan dompet digital pada kenyataannya dapat diretas.
  • Risiko volatilitas, cryptocurrency dikenal sebagai aset yang memiliki volatilitas cukup tinggi sehingga dianggap sebagai aset yang spekulatif.

(Baca: Daftar Negara dengan Tingkat Kepemilikan Mata Uang Kripto Tertinggi di Dunia pada 2024)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags