Minyak Melemah di Tengah Kelanjutan Pengurangan Produksi OPEC+

Harga minyak terkoreksi pada perdagangan Rabu (6/9) petang. Pelemahan harga emas hitam ini membalikkan kenaikan lebih dari 1% di sesi perdagangan sebelumnya.

Winarni

Sep 6, 2023 - 3:15 PM

Data

Harga minyak terkoreksi pada perdagangan Rabu (6/9) petang. Pelemahan harga emas hitam ini membalikkan kenaikan lebih dari 1% di sesi perdagangan sebelumnya. 

Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi pemberat harga komoditas ini. Investor pun mengabaikan kegelisahan yang timbul dari pengurangan pasokan Arab Saudi dan Rusia.

Pada perdagangan Rabu (6/9) pukul 15.00 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2023 di New York Mercantile Exchange sebesar US$86,37 per barel. Nilai itu menurun 0,37% dibandingkan pada perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November 2023 di London ICE Futures Exchange sebesar US$89,66 per barel. Nilainya juga menurun 0,42% dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Kenaikan indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang dapat membebani permintaan minyak. Pasalnya, hal tersebut membuat harga bahan bakar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. 

Kendati, pengurangan produksi dari Arab Saudi dan Rusia akan menyebabkan defisit pasokan lebih dalam dari perkiraan pada kuartal IV/2023. Kondisi itu bakal terus mendukung harga dan menahan kerugian minyak lebih dalam.

Adapun, Arab Saudi akan memperpanjang pengurangan produksi minyak secara suka rela sebesar 1 juta barel per hari (bph) selama tiga bulan lagi hingga akhir Desember 2023. Rusia juga memperpanjang keputusannya untuk mengurangi ekspor minyaknya sebesar 300.000 barel per hari hingga akhir tahun ini.

(Baca: Harga Minyak Melemah Imbas Krisis Ekonomi China)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags