Pemangkasan Produksi OPEC+ Berlanjut, Harga Minyak Rebound

Harga minyak mentah dunia rebound pada perdagangan Kamis petang (2/2). Harga minyak ikut terdorong oleh keputusan OPEC+ yang tetap akan melanjutkan kebijakan penguranan produksi.

Winarni

Feb 2, 2023 - 3:44 PM

Data

Harga minyak mentah dunia rebound pada perdagangan Kamis petang (2/2). Harga minyak ikut terdorong oleh keputusan OPEC+ yang tetap akan melanjutkan kebijakan penguranan produksi. Hal tersebut meredakan kekhawatiran terhadap pasokan yang berlebih.

Selain itu, harga minyak juga ikut terkerek oleh nilai tukar dolar AS yang lebih lemah setelah The Fed menaikan suku bunga acuan pada Rabu (1/2) waktu setempat. 

Harga minyak mentah dunia rebound pada perdagangan Kamis petang (2/2). Harga minyak ikut terdorong oleh keputusan OPEC+ yang tetap akan melanjutkan kebijakan penguranan produksi. Hal tersebut meredakan kekhawatiran terhadap pasokan yang berlebih.

Selain itu, harga minyak juga ikut terkerek oleh nilai tukar dolar AS yang lebih lemah setelah The Fed menaikan suku bunga acuan pada Rabu (1/2) waktu setempat.

Pada perdagangan Kamis (2/2) pukul 15.25 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2023 naik 0,07% menjadi US$76,86 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak mentah Brent untuk pengiriman April 2023 juga naik 0,27% ke level US$83,06 per barel di London ICE Futures Exchange.

Dalam rapat kebijakan yang berakhir pada 1 Februari 2023 waktu setempat, bank sentral AS, Federal Reserve, memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin.

Langkah tersebut menandai kenaikan kedelapan sejak Maret 2022. Meskipun mulai ada tanda-tanda perlambatan inflasi, The Fed tetap masih merencanakan beberapa kenaikan lagi dalam rangka mengendalikan inflasi yang masih mendekati level tertinggi sejak awal 1980-an.

Sementara itu, indeks dolar AS turun ke level terendah baru sembilan bulan sebagai reaksi terhadap kenaikan suku bunga acuan tersebut. Greenback yang lebih lemah membuat minyak yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Hal tersebut pun ikut meningkatkan permintaan.

Di sisi lain, OPEC+ sepakat untuk mempertahankan kebijakan produksi minyak saat ini yaitu tetap memangkas target produksinya sebesar 2 juta barel per hari (bpd) hingga akhir 2023. Jumlah tersebut sekitar 2% dari permintaan dunia untuk mendukung pasar.

(Baca: Kekhawatiran Resesi di AS Mereda, Harga Minyak Menguat)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags