Pemulihan China Mengecewakan, Harga Minyak Mentah Tertekan

Harga minyak mentah bergerak melemah pada perdagangan Jumat (9/6) sore. Minyak kembali terbebani pemulihan China yang mengecewakan serta skeptisisme atas Amerika Serikat dan Iran yang mencapai kesepakatan nuklir.

Winarni

Jun 9, 2023 - 3:17 PM

Data

Harga minyak mentah bergerak melemah pada perdagangan Jumat (9/6) sore. Minyak kembali terbebani pemulihan China yang mengecewakan serta skeptisisme atas Amerika Serikat dan Iran yang mencapai kesepakatan nuklir.

Pada perdagangan Rabu (7/6) pukul 15.05 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2023 menurun 0,03% menjadi US$71,11 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus 2023 melemah 0,03% ke level US$75,75 per barel di London ICE Futures Exchange.   

Kedua tolok ukur minyak mentah global tersebut turun sekitar US$1 pada perdagangan Kamis, setelah sempat tertekan hingga US$3, setelah AS dan Iran sama-sama membantah laporan Middle East Eye yang menyatakan bahwa mereka hampir mencapai kesepakatan nuklir.

Namun demikian, data China yang mengecewakan serta stok bahan bakar AS yang meningkat membuat pasar kembali khawatir akan terjadi tekanan pada permintaan komoditas tersebut.

Data dari American Petroleum Institute menunjukan persediaan bensin AS naik sekitar 2,4 juta barel dan persediaan sulingan naik sekitar 4,5 juta barel dalam pekan yang berakhir 2 Juni. Sementara itu, data nilai ekspor China menyusut 7,5%, lebih besar dari yang diperkirakan sebesar 0,4%.

Namun demikian, menjelang musim panas di AS permintaan bahan bakar diharapkan meningkat lantaran akan lebih banyaknya orang yang mengemudi. Hal tersebut pun menjadi katalis pengimbang bagi laju harga minyak mentah global sekaligus menutupi kekhawatiran lambatnya permintaan dari China.

Di sisi lain, pasar juga masih menantikan arah kebijakan Federal Reserve yang akan menggelar FOMC meeting pada 13-14 Juni mendatang. Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya.

(Baca: Khawatir Permintaan Turun, Harga Minyak Mentah Terkoreksi)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags