Pengembangan NEV Tingkatkan Permintaan, Harga Nikel Menguat

Harga nikel menguat pada penutupan perdagangan Rabu (7/6). Kondisi ini terjadi di tengah prospek permintaan nikel global sebagai dampak dari pengembangan neighborhood electric vehicle (NEV).

Sarnita Sadya

Jun 8, 2023 - 9:37 AM

Data

Harga nikel menguat pada penutupan perdagangan Rabu (7/6). Tercatat, harga nikel di London Metal Exchange (LME) naik 2,35% ke level US$21.460,50/ton pada penutupan perdagangan kemarin.

Harga nikel menguat setelah bergerak di rentang US$20.923,50/ton-US$21.585,50/ton. Adapun, penguatan tersebut melanjutkan lajunya dari perdagangan sehari sebelumnya yang tumbuh 0,33% pada 6 Juni 2023.

Jika melihat pergerakan sepanjang tahun berjalan, harga nikel tercatat anjlok 28,58%. Harga komoditas pertambangan tersebut juga terpantau merosot 27,74% dalam satu tahun terakhir.

Penguatan harga nikel tersebut terjadi di tengah prospek permintaan nikel global sebagai dampak dari pengembangan neighborhood electric vehicle (NEV). Melansir Shanghai Metal Market (SMM), permintaan nikel yang telah tumbuh sekitar 1,6 juta ton pada 2019 diproyeksikan naik menjadi hampir 3 juta ton pada 2026.

Pertumbuhan permintaan nikel tersebut sejalan dengan tingkat penetrasi NEV di China yang diperkirakan meningkat dari 14% pada 2021 menjadi 26% pada 2022. Persentase tersebut ditaksir terus tumbuh menjadi 31% pada 2023 dan 45% pada 2026.

Selain China, tingkat penetrasi NEV di Eropa dan Amerika juga diperkirakan meningkat. Angkanya diproyeksikan tumbuh dari 10% pada 2023 menjadi 22% pada 2026 mendatang.

Di samping itu, Indonesia, sebagai produsen nikel terbesar dunia, berencana untuk melarang pembangunan smelter yang mengolah nikel berkadar rendah. Direktur Hilirisasi Mineral dan Batubara Kementerian Investasi Hasyim Daeng Barang, sebagaimana dikutip dari SMM, menyebutkan, pihaknya telah membahas rencana tersebut.

Hasyim menjelaskan, terlalu banyak proyek smelter di Indonesia yang menggunakan tanur listrik rotary kiln (RKEF) dan sumber dayanya hanya cukup untuk 9-10 tahun ke depan. Atas dasar itu, pembangunan smelter mengolah produk nikel kadar rendah akan dihentikan untuk sementara waktu.

(Baca: Pasokan Global Berpotensi Terus Meningkat, Harga Nikel Melemah)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags