Penguatan Dolar AS Batasi Harga Tembaga

Harga tembaga bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (30/6) pagi. Kondisii ini terjadi karena kekhawatiran suku bunga yang lebih tinggi dan lemahnya permintaan dari konsumen logam utama China.

Sarnita Sadya

Jun 30, 2023 - 9:16 AM

Data

Harga tembaga bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (30/6) pagi. Pada pukul 08.00 WIB, harga tembaga berjangka untuk kontrak September 2023 di bursa Comex terpantau turun tipis 0,06% ke level US$3,6973/pon.

Sepanjang perdagangan pagi ini, harga tembaga sempat menguat menyentuh level tertingginya di US$3,7012/pon dan level terendah di US$3,6955/pon. Harga tersebut melanjutkan lajunya dari perdagangan 6 hari sebelumnya yang ditutup turun 5,51% pada 22-29 Juni 2023.

Sementara di bursa London Metal Exchange (LME), harga tembaga terpantau naik tipis 0,03% ke level US$8.174,50/ton pada waktu perdagangan yang sama. Pergerakan tersebut berbalik arah dari perdagangan 3 hari sebelumnya yang terkoreksi 2,63% pada 27-29 Juni 2023.

Pergerakan harga tembaga pada pagi ini terjadi setelah mencapai level terendah dalam satu bulan pada Kamis (29/6) di tengah kekhawatiran suku bunga yang lebih tinggi dan lemahnya permintaan dari konsumen logam utama China.

Melansir Reuters, Ketua Federal Reserve Amerika Serikat (AS) Jerome Powell pada Rabu (28/6) tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga lebih lanjut pada pertemuan kebijakan berikutnya dan menegaskan kembali bahwa sebagian besar gubernur bank sentral melihat potensi dua kali kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Prospek ini mendorong indeks dolar AS dan membuat logam industri yang dihargakan dengan dolar menjadi kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya karena lebih mahal.

Analis Standard Chartered Sudakshina Unnikrishnan menjelaskan, faktor pendorong makro terhadap harga logam dasar berasal dari komentar hawkish dari The Fed, penguatan dolar AS, serta kekhawatiran pertumbuhan yang mendominasi sentimen.

Di sisi lain, aktivitas pabrik di China diperkirakan akan terkontraksi selama tiga bulan berturut-turut pada Juni 2023. Ini menggarisbawahi perlunya kebijakan stimulus yang lebih lanjut untuk mengatasi permintaan yang lemah.

Kondisi tersebut juga terlihat dari data pada Rabu (28/6) yang menunjukkan bahwa laba tahunan di perusahaan industri China menurun dalam tingkat persentase dua digit dalam lima bulan pada tahun ini akibat lemahnya permintaan.

Jinrui Futures menyebutkan, pasokan tembaga domestik China diperkirakan akan meningkat setelah Juli dan diperkirakan masih akan ada tekanan di masa depan. Penjelasan ini menegaskan bahwa jangka menengah dan panjang dari prospek ekonomi makro akan tetap suram.

(Baca: Inventaris Global Rendah, Harga Tembaga Bergerak Terbatas)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags