Persediaan di AS Membengkak, Harga Minyak Tertekan

Harga minyak mentah dunia berbalik melemah pada perdagangan Rabu petang (28/09). Indikasi lemahnya permintaan, bengkaknya persediaan minyak mentah AS, serta penguatan dolar AS menjadi sentimen pemberat harga minyak.

Winarni

Sep 28, 2022 - 4:30 PM

Data

Harga minyak mentah dunia berbalik melemah pada perdagangan Rabu petang (28/09). Indikasi lemahnya permintaan yang tecermin dari bengkaknya persediaan minyak mentah AS turut membebani harga minyak.

Selain itu, penguatan dolar AS yang kembali mendekati rekor tertinggi sejak 20 tahun melampaui kekhawatiran terkait potensi penguarangan pasokan dari negara-negara produsen utama dunia atau OPEC+.

Pada perdagangan Rabu (28/09) pukul 15.35 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2022 terkoreksi 0,54% menjadi US$78,08 per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember 2022 juga melemah  0,42% menjadi US$84,51 per barel di London ICE Futures Exchange.


Melansir Reuters, kekhawatiran atas melambatnya permintaan kembali muncul setelah data dari American Institute of Petroleum menunjukkan stok minyak mentah AS naik lebih besar dari ekspektasi pada pekan lalu. Stok minyak tersebut naik 4 juta barel, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ekspektasi yang hanya sebesar 333.000 barel.

Sementara itu, nilai dolar AS kembali mencapai rekor baru selama dua dekade terhadap sekeranjang mata uang. Indeks dolar AS terpantau terapresiasi 0,41% ke level 114,513 pada perdagangan Rabu (28/9) pukul 16.00 WIB. 

Penguatan tersebut terkerek kekhawatiran resesi setelah kenaikan suku bunga acuan secara global. Dolar AS yang kuat akan mengurangi permintaan minyak karena membuatnya lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

(Baca: Harga Minyak Rebound, Dipicu Prospek Pemangkasan Pasokan)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags