Plafon Utang AS Disepakati Kongres, Harga Minyak Mentah Menguat

Harga minyak mentah naik pada perdagangan Jumat sore (2/6) di tengah sentimen bullish di pasar menyusul pengesahan tagihan plafon utang AS di Washington. Di sisi lain, pasar juga masih mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan produksi OPEC+ yang terus menopang penguatan harga selama akhir pekan.

Winarni

Jun 2, 2023 - 3:55 PM

Data

Harga minyak mentah naik pada perdagangan Jumat sore (2/6) di tengah sentimen bullish di pasar menyusul pengesahan tagihan plafon utang AS di Washington. Di sisi lain, pasar juga masih mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan produksi OPEC+ yang terus menopang penguatan harga selama akhir pekan.

Pada perdagangan Jumat (2/6) pukul 15.36 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2023 menguat 0,74% menjadi US$70,62 per barel di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus 2023 naik 0,77% ke level US$74,85 per barel di London ICE Futures Exchange.

Pergerakan harga minyak turut terkerek oleh kabar Senat Amerika Serikat (AS) yang meloloskan RUU untuk menangguhkan pagu utang pemerintah federal sebesar US$31,4 triliun. Hal tersebut menjadi sentimen positif karena dinilai dapat mencegah AS mengalami gagal bayar.

Selain itu, pergerakan harga minyak juga ditopang oleh data stok minyak mentah AS dari Administrasi Informasi Energi, yang mengindikasikan bahwa impor minyak mentah telah melonjak pada pekan lalu.

Sementara itu, perhatian investor saat ini tertuju pada pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia (OPEC+) yang akan digelar pada 4 Juni mendatang.

Para menteri dari negara penghasil minyak utama akan memutuskan apakah akan memangkas produksi lebih lanjut untuk mendukung pendapatan pemerintah. Adapun pengurangan lebih lanjut dalam produksi OPEC+ setelah pemotongan mengejutkan sebesar 1,16 juta barel per hari pada April lalu juga turut menjadi sentiment bullish untuk harga minyak mentah.

(Baca: Harga Minyak Terbebani Ketidakpastian AS dan OPEC+)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags