Prospek Permintaan China Tertekan, Harga Tembaga Turun

Harga tembaga bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (12/5) pagi. Kondisi ini dipengaruhi oleh melambatnya inflasi AS dan tertekannya prospek permintaan logam di China.

Sarnita Sadya

May 12, 2023 - 8:22 AM

Data

Harga tembaga bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (12/5) pagi. Pada pukul 07.00 WIB, harga tembaga berjangka untuk kontrak Juli 2023 di bursa Comex terpantau turun tipis 0,03% ke level US$3,6975/pon.

Sepanjang perdagangan pagi ini, harga tembaga sempat menguat menyentuh level tertingginya di US$3,6995/pon dan level terendah di US$3,6975/pon. Harga tersebut melanjutkan lajunya dari perdagangan tiga hari sebelumnya yang terkoreksi 5,97% pada 9-11 Mei 2023.

Di bursa London Metal Exchange (LME), harga tembaga juga terpantau turun 3,43% ke level US$8.184,00/ton pada penutupan perdagangan kemarin. Pergerakan tersebut juga melanjutkan lajunya dari perdagangan sehari sebelumnya yang tertekan 1,36% pada 10 Mei 2023.

Pergerakan harga tembaga pada pagi ini dipengaruhi oleh melambatnya inflasi di Amerika Serikat (AS) yang membuat dolar AS menjadi lebih lemah. Sementara itu, lesunya data perdagangan China menekan prospek permintaan logam.

Sebagaimana diketahui, dolar yang lebih lemah membuat logam dengan harga greenback menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Melansir Reuters, seorang pedagang logam menyebutkan, data indeks harga konsumen AS secara keseluruhan mendukung, namun perdagangan di China masih melemah.

Adapun, data pada Rabu (10/5) menunjukkan, impor China terkontraksi tajam pada April sementara ekspor naik secara perlahan. Kondisi ini memperkuat tanda-tanda lesunya permintaan domestik meskipun pembatasan Covid-19 telah dicabut.

Hal ini juga terlihat dari tingginya inventaris tembaga di gudang LME. Melansir Shanghai Metal Market (SMM), stok tembaga LME meningkat sebanyak 3.700 metrik ton (mt) per 10 Mei dengan rincian persediaan di Kaohsiung naik 2.500 mt, Pelabuhan Klang tumbuh 3.700 mt, New Orleans meningkat 250 mt, sementara Busan turun 350 mt.

Di sisi lain, Kementerian Energi dan Pertambangan Peru menunjukkan pada 9 Mei waktu setempat bahwa produksi tembaga Peru meningkat 20,4% secara tahunan menjadi 219.275 mt pada Maret. Kemudian, output juga bertambah 11,2% secara tahunan pada kuartal pertama tahun ini menjadi 615.514 mt.

(Baca: Pemulihan China Melambat, Harga Tembaga Turun Tipis)

Bagikan Artikel
Terpopuler
Tags